Bogor, Jawa Barat – Cap Go Meh Bogor Street Festival kembali menggema di sepanjang Jalan Suryakencana, menarik ribuan warga dari berbagai usia dan latar belakang untuk ikut serta menyaksikan pembukaan serta rangkaian acaranya yang berlangsung tanggal 1–3 Maret 2026.
Pukul 17.00 WIB, kawasan Suryakencana langsung ramai oleh warga dan pelancong yang keluar rumah untuk menjajal jajanan pasar dan produk kreasi lokal di Pasar Malam Jadoel. Event ini turut mendukung lebih dari 200 pelaku UMKM, sehingga jadi momen penting dalam membantu ekonomi warga sekitar.
Tidak hanya kuliner, acara juga diwarnai oleh pameran kreatif, photobooth penuh warna, serta panggung budaya yang menampilkan seni tradisi lokal. Banyak pengunjung yang membagikan pengalaman positifnya di media sosial, menggambarkan suasana yang seru dan penuh keriuhan sepanjang jalan.
Menurut panitia, puncak parade budaya akan digelar pada 3 Maret 2026 mulai pukul 20.30–23.00 WIB. Rute parade dirancang melalui Jalan Suryakencana, Gang Aut, Jalan Gudang hingga Gang Besi, menampilkan barongsai, liong, serta ragam atraksi kesenian tradisional yang memukau mata.
Berbeda dengan festival pada tahun-tahun sebelumnya, karena kebetulan bertepatan dengan bulan suci Ramadan, panitia memutuskan sebagian acara utama dilaksanakan setelah salat tarawih agar tetap nyaman dinikmati semua kalangan.
Kuliner & UMKM Lokal Jadi Magnet
Pasar Malam Jadoel menjadi sorotan utama di malam pembukaan. Di sana, pengunjung bisa mencicipi kopi legendaris khas Bogor seperti Bah Sipit cap Kacamata, jajanan tempo dulu, serta produk kerajinan lokal. Suasana penuh hangat dan ramah membuat banyak keluarga betah berkumpul sambil menjelajahi stan UMKM.
Beberapa warga yang datang dari luar Kota Bogor bahkan mengatakan bahwa festival ini tidak hanya sekedar hiburan, tetapi juga ajang untuk memperkenalkan budaya dan usaha lokal kepada khalayak yang lebih luas. Ini jadi kesempatan langka untuk menggabungkan aspek budaya, kuliner, serta ekonomi dalam satu perayaan besar.
Toleransi & Keberagaman yang Terlihat Nyata
Cap Go Meh bukan sekedar festival sebuah komunitas saja. Seperti biasanya, warga dari berbagai latar belakang ikut hadir untuk merayakan bersama. Ini jadi bukti bahwa perayaan budaya bisa jadi ruang inklusif di mana perbedaan dirayakan, bukan dipisahkan.
Beberapa pengunjung lokal bahkan memberi komentar positif pada suasana yang hangat dan saling menghormati, apalagi festival ini digelar berdekatan dengan ibadah Ramadan. Menurut mereka, keberagaman yang digambarkan dalam Cap Go Meh sangat menunjukkan wajah Bogor yang bersatu dalam harmoni.
Panitia juga memberikan sejumlah rekomendasi kantong parkir yang mudah diakses bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, seperti di sekitar Mal Botani dan Mal BTM, sehingga bisa berjalan kaki menuju Jalan Suryakencana dengan nyaman tanpa harus pusing cari tempat parkir.
Sumber:

