Dunia kuliner dan kesehatan belakangan ini lagi rame banget bahas soal kandungan gula dalam makanan kemasan. Kamu pasti sering liat istilah laktosa atau sukrosa di label komposisi botol minuman atau bungkus camilan favorit. Tapi, sebenernya mereka itu barang yang sama atau beda sih? Biar nggak asal telan dan makin paham sama apa yang masuk ke badan, yuk kita bedah tuntas perbedaan dua jenis gula ini dengan gaya yang lebih santai.
Si Manis yang Beda Karakter
Gampangnya, gula itu punya banyak wajah. Sukrosa adalah jenis gula yang paling akrab sama lidah kita karena ini adalah nama ilmiah dari gula pasir. Sukrosa masuk dalam kategori disakarida, hasil gabungan dari glukosa dan fruktosa. Sumbernya biasanya dari tebu atau bit. Rasanya manis banget dan sering jadi “tersangka” utama kalau berat badan mulai naik.
Di sisi lain, ada yang namanya laktosa. Kalau sukrosa asalnya dari tanaman, laktosa ini eksklusif banget karena cuma ada di susu mamalia, kayak susu sapi, kambing, sampai ASI. Laktosa juga termasuk disakarida, tapi komponen penyusunnya beda, yaitu glukosa dan galaktosa. Tingkat kemanisannya jauh di bawah sukrosa, makanya susu murni nggak bakal semanis teh tarik meski ada kandungan gulanya.
Kenapa Tubuh Kita Perlu Tahu Bedanya?
Cara badan kita ngolah kedua gula ini juga beda total. Sukrosa butuh enzim bernama sukrase buat memecahnya jadi energi. Prosesnya cepet banget, makanya kalau kamu lagi lemes terus minum es teh manis, badan rasanya langsung seger lagi. Tapi hati-hati, efek “sugar rush” ini juga dibarengi sama risiko lonjakan insulin kalau dikonsumsi berlebihan.
Nah, kalau laktosa, pahlawan utamanya adalah enzim laktase. Masalahnya, nggak semua orang punya enzim ini dalam jumlah cukup. Banyak orang yang ngalamin kondisi bernama intoleransi laktosa. Jadi, pas mereka minum susu atau makan keju, perutnya langsung protes mulai dari kembung sampai diare—karena laktosanya nggak bisa dicerna dengan bener di usus halus dan malah difermentasi sama bakteri di usus besar.
Banyak ahli gizi yang mulai wanti-wanti soal tren konsumsi gula tersembunyi. Mengutip dari laman Healthline, sukrosa seringkali disisipkan ke dalam makanan olahan kayak saus sambal atau sereal sarapan buat nambah rasa, padahal fungsinya cuma kalori kosong alias nggak ada nutrisinya.
Sementara itu, Dr. Jovita Amelia, seorang spesialis gizi klinik, lewat berbagai edukasi publiknya sering nyebutin kalau laktosa sebenernya punya peran baik buat kesehatan tulang karena ngebantu penyerapan kalsium dan magnesium. Jadi, laktosa itu nggak jahat, kecuali kalau badan kamu emang nggak cocok sama dia.
Menurut data dari Medical News Today, perbedaan fundamentalnya ada di indeks glikemik. Sukrosa punya indeks glikemik yang lebih tinggi dibanding laktosa. Artinya, sukrosa bakal bikin gula darah kamu naik lebih cepet dan drastis. Buat yang lagi jaga pola makan atau punya riwayat diabetes, informasi ini krusial banget buat milih menu harian.
Tips Biar Nggak “Kecolongan” Gula
Coba deh mulai sekarang lebih teliti baca label di belakang kemasan. Jangan cuma liat total kalori, tapi liat juga rincian gulanya. Kadang produsen sengaja nggak nulis “gula pasir”, tapi nulisnya “sucrose” atau “cane sugar”. Kalau kamu punya perut sensitif sama susu, cari produk yang labelnya “lactose-free”. Di produk bebas laktosa, gulanya sebenernya udah dipecah duluan secara buatan, makanya rasanya kadang sedikit lebih manis dibanding susu biasa meski nggak ditambahin gula tambahan.
Milih antara laktosa dan sukrosa bukan soal mana yang lebih baik secara mutlak, tapi mana yang lebih cocok sama kebutuhan tubuh kamu. Sukrosa oke buat energi instan asal nggak lebay, dan laktosa itu sumber energi alami dari susu yang kaya manfaat buat yang nggak intoleran.
Paham soal apa yang kita konsumsi adalah langkah awal buat hidup lebih sehat tanpa harus merasa tertekan. Gula bukan musuh, tapi porsinya yang seringkali jadi masalah. Dengan tahu bedanya laktosa yang berasal dari susu dan sukrosa yang berasal dari gula pasir, kamu bisa lebih bijak milih jajanan di minimarket atau kafe favorit. Tetap nikmatin yang manis-manis, tapi tetep kontrol diri ya!
Sumber Referensi:
- Healthline: Everything You Need to Know About Sucrose
- Medical News Today: What is lactose?
- WebMD: Lactose Intolerance vs. Milk Allergy

This guide explained everything clearly.