Hal Penting Saat Memilih Hewan Qurban Agar Sah dan Berkualitas

Menjelang Iduladha, permintaan hewan kurban biasanya langsung melonjak. Lapak penjual sapi, kambing, sampai domba mulai ramai didatangi pembeli yang ingin mencari hewan terbaik untuk ibadah kurban. Tapi ternyata, memilih hewan kurban nggak bisa asal besar atau murah saja. Ada beberapa hal penting yang wajib diperhatikan supaya kurban sah secara syariat dan kualitas dagingnya juga bagus.

Banyak orang masih fokus pada ukuran tubuh hewan tanpa mengecek kondisi kesehatannya. Padahal, hewan yang terlihat gemuk belum tentu sehat. Menurut pedoman dari Majelis Ulama Indonesia dan Kementerian Pertanian, hewan kurban harus memenuhi syarat tertentu agar ibadahnya dianggap sah.

Salah satu syarat utama adalah usia hewan. Untuk kambing minimal berusia satu tahun, sedangkan sapi minimal dua tahun. Biasanya tanda usia bisa dilihat dari pergantian gigi. Pedagang yang berpengalaman umumnya sudah paham soal ini, tapi pembeli tetap perlu teliti supaya tidak salah pilih.

Selain usia, kondisi fisik hewan juga wajib dicek. Hewan kurban tidak boleh cacat, pincang, terlalu kurus, sakit, atau mengalami gangguan pada mata dan telinga. Hewan yang aktif bergerak, matanya cerah, bulunya bersih, dan nafsu makannya bagus biasanya jadi tanda kondisi tubuhnya sehat.

Menurut dokter hewan dari Direktorat Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, pemeriksaan kesehatan jadi bagian paling penting karena hewan yang sakit bisa memengaruhi kualitas daging sekaligus keamanan pangan setelah penyembelihan. Pemeriksaan rutin juga dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit hewan menular menjelang Iduladha.

Pengamat peternakan dari IPB University, Ir. Ahmad Yani, dalam salah satu wawancara edukasi peternakan menyebut kalau pembeli sekarang mulai lebih sadar soal kualitas hewan kurban. Menurutnya, tren saat ini bukan lagi sekadar mencari hewan besar, tapi juga hewan yang jelas asal peternakannya dan punya surat kesehatan resmi.

“Pembeli sekarang lebih kritis. Mereka mulai tanya soal pakan, vaksin, sampai riwayat kesehatan hewan,” ujarnya dalam pembahasan edukasi peternakan kurban.

Hal lain yang sering luput diperhatikan adalah kebersihan kandang penjual. Tempat penjualan yang bersih biasanya menunjukkan hewan dirawat dengan baik. Kalau kandang terlalu becek, bau menyengat, dan hewan terlihat stres, pembeli sebaiknya lebih hati-hati.

Banyak peternak juga mulai menerapkan sistem pemeliharaan modern supaya kualitas hewan tetap terjaga. Mulai dari pengaturan pakan bernutrisi, vitamin rutin, sampai pemeriksaan kesehatan berkala. Cara ini bikin hewan lebih sehat dan bobotnya stabil menjelang hari penyembelihan.

Buat yang membeli secara online, penting juga memastikan penjual punya reputasi jelas. Sekarang sudah banyak jasa penjualan hewan kurban digital yang menyediakan video kondisi hewan, sertifikat kesehatan, sampai layanan antar. Walau praktis, pembeli tetap harus teliti dan jangan mudah tergiur harga terlalu murah.

Harga hewan kurban sendiri biasanya dipengaruhi beberapa faktor seperti usia, berat badan, jenis hewan, dan kondisi pasar. Sapi dengan bobot besar dan kondisi prima tentu punya harga lebih tinggi dibanding hewan biasa. Tapi bukan berarti hewan mahal selalu paling baik. Yang paling penting tetap memenuhi syarat kurban dan sehat.

Selain itu, memilih hewan dari peternak lokal juga ikut membantu ekonomi peternakan dalam negeri. Banyak peternak kecil yang mengandalkan momen Iduladha sebagai sumber pendapatan terbesar dalam setahun. Karena itu, membeli langsung dari peternak terpercaya bisa jadi pilihan yang lebih menguntungkan banyak pihak.

https://images.openai.com/static-rsc-4/JtfZY_RjcluXAAPvcMj13siszFOEbVPNAaExJOSsSjRv8QOnLxctGEUQMaNKqEFLVgaLSJ3FJ5EpW02GofCZqo5va7OCxqIikqv7HLmX3m648aK7iV8FnigaO5GsG9XO5FHNMLdsSBd3AdV8V4aiOcz5IrPwIBMQJOwbt7l5C4as8PD1sikfzsl9l6Xq9M1L?purpose=fullsize

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak membeli hewan terlalu dekat dengan hari penyembelihan. Selain pilihan makin terbatas, risiko mendapatkan hewan yang kualitasnya kurang baik juga lebih besar. Membeli lebih awal bikin pembeli punya waktu lebih banyak untuk mengecek kondisi hewan secara detail.

Pemerintah daerah biasanya juga membuka pos pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai titik penjualan. Keberadaan pos ini membantu masyarakat memastikan hewan yang dibeli sudah lolos pemeriksaan dokter hewan dan aman untuk dikonsumsi.

Memilih hewan kurban memang terlihat sederhana, tapi sebenarnya perlu perhatian khusus. Bukan cuma soal ukuran atau harga, melainkan juga soal kesehatan, kelayakan, dan kualitas hewan itu sendiri. Dengan lebih teliti sebelum membeli, ibadah kurban jadi lebih tenang dan hasil daging yang dibagikan ke masyarakat juga lebih aman serta berkualitas.

Sumber:

Kapan Anak Siap Masuk SD? Ini Penjelasan dari Sisi Psikologi

Pengertian Promosi Produk dan Jenis Promosi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *