Penulis: Andri S. Sarosa
Ditengah fenomena Perubahan Iklim yang mengakibatkan cuaca terasa semakin panas ini, dunia memperingati Hari Ozon Sedunia (World Ozone Day) setiap tanggal 16 September.
Sejarah
Pada tahun 1994, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa menetapkan Hari Ozon Sedunia untuk menghormati Protokol Montreal tentang “Zat-Zat yang Merusak Lapisan Ozon” yang ditandatangani pada 16 September 1987.
Ini merupakan bukti komitmen umat manusia untuk melestarikan lapisan Ozon Bumi dan menjadi titik balik terhadap kesadaran lingkungan global untuk melindungi lapisan Ozon yang tak ternilai dan memerangi Perubahan Iklim.
Tema 2026
“Global Action for a Cooler Planet” (Aksi Global untuk Planet yang Lebih Sejuk)
Fokus pada pendinginan berkelanjutan (sustainable cooling) untuk melindungi lapisan Ozon sekaligus menurunkan suhu bumi.
Apa itu lapisan Ozon?
Lapisan Ozon di Stratosfer Bumi adalah garis pertahanan pertama bagi kehidupan di Planet Bumi dengan menyerap dan menghalangi radiasi ultraviolet (UV) berlebihan dari Matahari yang dapat berdampak buruk bagi kehidupan seluruh organisme hidup yang ada di Bumi.
Lapisan Ozon penting karena:
- Melindungi manusia dari kanker kulit, kerusakan mata, dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.
- Melestarikan keanekaragaman hayati dengan melindungi spesies di darat dan di air.
- Membantu pertanian dengan melindungi tanaman dari sinar UV yang berbahaya.
- Memperpanjang umur bahan seperti plastik, karet dan cat dengan memperlambat degradasi UV.
- Menjaga keseimbangan di atmosfer, sehingga berkontribusi untuk mengurangi Pemanasan Global dan Perubahan Iklim.
Penyebab utama penipisan lapisan Ozon adalah zat-zat kimia yang berbentuk gas buatan manusia seperti:
- Gas Freon klorofluorokarbon (CFC) dan hidroklorofluorokarbon (HCFC), yang banyak digunakan pada produk-produk pendingin seperti AC, Kulkas, Aerosol dan lain-lain.
- Gas metana (CH4) yang bersumber dari bahan organik seperti sisa tanaman, makanan, pupuk, dan lain-lain.
- Gas metil kloroform CH3CCL3 dan metil bromide CH3Br untuk pestisida.
Ketika gas-gas tersebut naik ke Stratosfer melalui pergerakan udara, radiasi UV akan memecah molekul gas dan melepaskan atom klorin dan bromin yang dapat menghancurkan molekul Ozon.
Penipisan lapisan Ozon tersebut menyebabkan peningkatan jumlah radiasi sinar UV dari matahari yang masuk ke permukaan Bumi karena fungsi perisai atmosfer berkurang yang mengakibatkan suhu panas ekstrem.
Bahkan penipisan Ozon ekstrim akan berpotensi menyebabkan terjadinya lubang Ozon (penipisan Ozon yang sangat parah) sehingga sinar UV matahari langsung menerjang Bumi tanpa filter lagi, yang memungkinkan gunung es (gletser) mencair.
Contoh kasus:
- Banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Agustus 2026 lalu, dipicu oleh runtuhnya gletser di Pegunungan Himalaya. Peningkatan suhu bumi dan perubahan iklim inilah yang menyebabkan gletser mencair jauh lebih cepat.
- Ketika lapisan Ozon menipis, radiasi sinar UV yang mencapai permukaan bumi meningkat drastis. Radiasi tinggi meningkatkan suhu permukaan bumi dan mempercepat penguapan air tanah. Akibatnya, wilayah hutan dan lahan gambut menjadi jauh lebih kering dan gersang sehingga rentan tersulut api, dan memicu kebakaran hutan.
Dampak lain penyusutan lapisan Ozon:
- Kanker kulit akibat paparan sinar UV yang berlebih merusak DNA sel kulit
- Kerusakan mata: katarak, peradangan pada mata, hingga penurunan fungsi penglihatan permanen.
- Penurunan imun tubuh: lebih mudah terserang berbagai penyakit infeksi.
- Kematian Fitoplankton: organisme ini adalah dasar rantai makanan bagi seluruh kehidupan di laut.
- Gangguan reproduksi hewan air: mengurangi tingkat kelangsungan hidup larva ikan, kepiting, udang, dan amfibi.
- Pertumbuhan tanaman terhambat karena kerusakan sel daun oleh radiasi tinggi.
- Penurunan hasil panen: seperti padi, jagung, kedelai, dan gandum.
- Kerusakan plastik dan cat: mempercepat proses pelapukan, keretakan, dan pemudaran warna pada bahan plastik, kayu, karet, serta cat bangunan yang berada di luar ruangan.
Apa yang harus kita lakukan?
- Gunakan AC dengan bijak: mengurangi beban kerja kompresor.
- Pilih perangkat berlabel Hemat Energi: menggunakan Freon yang ramah lingkungan.
- Perawatan rutin: Bersihkan filter AC secara berkala setiap 2–3 bulan sekali.
- Terapkan pendinginan alami: maksimalkan ventilasi rumah, gunakan gorden penahan panas di siang hari, dan tanam pohon di sekitar rumah untuk menciptakan peneduh alami.
- Jangan sering-sering membuang sisa makanan penyebab gas metana.
- Mendukung Urban Cooling: membangun ruang terbuka hijau (RTH).
Marilah Kita tegaskan kembali komitmen Kita untuk memastikan Planet Bumi yang lebih sehat dan berkelanjutan untuk anak cucu Kita kelak.
Menjaga Ozon = Melindungi Atmosfer Kita!


