SEMARANG, MEDIA MK – Upaya menjaga kelestarian hutan membutuhkan kerja sama dari banyak pihak, termasuk petugas kehutanan, masyarakat sekitar, dan pengelola jalur pendakian. Hal inilah yang terus diperkuat Perum Perhutani melalui edukasi kepada pengelola basecamp di kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gunung Ungaran menjadi salah satu destinasi pendakian yang menarik perhatian pencinta alam. Keindahan pepohonan, udara sejuk, serta jalur pendakian yang menantang membuat kawasan ini ramai dikunjungi wisatawan. Namun, meningkatnya aktivitas manusia juga perlu diimbangi dengan kesadaran menjaga lingkungan agar kawasan hutan tetap aman dan lestari.
Pengelola Basecamp Punya Peran Penting
Pengelola basecamp menjadi pihak yang berinteraksi langsung dengan pendaki sebelum mereka memasuki kawasan hutan. Karena itu, penyampaian informasi mengenai keselamatan, aturan pendakian, dan pencegahan kebakaran menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerusakan lingkungan.
Melalui kegiatan edukasi dan koordinasi, Perhutani mendorong pengelola basecamp agar aktif mengingatkan pengunjung mengenai bahaya menyalakan api sembarangan, membuang puntung rokok, maupun meninggalkan sampah yang bisa mencemari kawasan hutan.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara yang memperkuat komunikasi dengan pengelola Basecamp Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan. Dalam kegiatan koordinasi pada 15 Juli 2026, pembahasan mencakup pencegahan karhutla, pengelolaan sampah, keselamatan pendaki, serta pemantauan aktivitas pengunjung.
Pengelola basecamp diharapkan tidak hanya mengurus registrasi pendaki, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perlindungan hutan melalui penyampaian informasi yang jelas sebelum perjalanan dimulai.
Mencegah Kebakaran Sebelum Terjadi
Kebakaran hutan dapat dipicu oleh aktivitas manusia yang kurang berhati-hati. Api dari kegiatan memasak, puntung rokok yang dibuang sembarangan, hingga pembakaran sampah berpotensi menimbulkan masalah, terutama ketika kondisi vegetasi dan lingkungan mendukung penyebaran api.
Pencegahan perlu dilakukan sejak awal dengan membangun kebiasaan yang bertanggung jawab. Pengelola basecamp dapat memberikan pengarahan kepada setiap rombongan, memasang informasi larangan menyalakan api di area rawan, serta mengingatkan pendaki agar segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.
Selain itu, komunikasi antara petugas kehutanan, relawan, masyarakat sekitar, dan pengelola jalur perlu terus dijaga. Dengan koordinasi yang baik, informasi mengenai potensi bahaya dapat disampaikan lebih cepat sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum kebakaran meluas.
Pendaki Juga Bertanggung Jawab Menjaga Hutan
Upaya menjaga hutan tidak akan berjalan maksimal tanpa keterlibatan para pendaki. Setiap pengunjung perlu memahami bahwa kawasan hutan bukan sekadar tempat menikmati pemandangan, melainkan ekosistem yang menjadi habitat berbagai makhluk hidup dan mendukung keseimbangan lingkungan.
Pendaki sebaiknya membawa kembali sampah yang dihasilkan selama perjalanan, mengikuti jalur resmi, mematuhi arahan petugas, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Peralatan memasak pun harus digunakan sesuai ketentuan dan hanya di lokasi yang diizinkan pengelola.
Persiapan sebelum mendaki juga tidak kalah penting. Memeriksa kondisi cuaca, membawa perlengkapan sesuai kebutuhan, dan memahami aturan setempat membantu perjalanan berlangsung lebih aman sekaligus mengurangi risiko kejadian yang dapat membahayakan diri sendiri maupun lingkungan.
Kolaborasi untuk Kelestarian Jangka Panjang
Penguatan edukasi kepada pengelola basecamp menunjukkan bahwa perlindungan hutan membutuhkan pendekatan yang melibatkan banyak pihak. Perhutani, masyarakat, relawan, dan pendaki memiliki peran masing-masing dalam menjaga kawasan Gunung Ungaran.
Wisata alam yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sekaligus mempertahankan fungsi ekologis hutan. Karena itu, pengembangan aktivitas pendakian perlu berjalan beriringan dengan pengawasan, edukasi, dan kepatuhan terhadap aturan lingkungan.
Menjaga hutan bukan hanya tugas petugas kehutanan. Kebiasaan sederhana, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan dan membawa pulang sampah, dapat membantu mencegah kerusakan yang lebih besar. Dengan kesadaran bersama, Gunung Ungaran diharapkan tetap menjadi destinasi alam yang aman, nyaman, dan lestari bagi generasi mendatang.
Sumber: Perum Perhutani – Edukasi dan Pencegahan Karhutla di Gunung Ungaran
