Demo Sopir Angkot Warnai Kota Bogor Hari Ini, Warga Diminta Hindari Kawasan Balai Kota

Bogor, Jawa Barat – Ratusan hingga ribuan sopir angkutan kota (angkot) kembali turun ke jalan hari ini, Kamis (22 Januari 2026), menyuarakan penolakan terhadap kebijakan penertiban armada tua di depan Balai Kota Bogor, Jalan Juanda. Warga pun diminta memilih rute lain bila berencana melewati kawasan pusat pemerintahan tersebut.

Aksi yang bukan sekadar demo biasa ini dimulai sejak pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB. Pengemudi angkot dari setidaknya 16 trayek berbeda berkumpul dengan kendaraan mereka dalam jumlah besar, membuat suasana di kawasan Balai Kota berubah jadi ribut dan macet parah.

Mogok Operasi & Suasana Lapangan

Menurut informasi dari koordinator aksi, sopir tak hanya berdemo mereka juga mogok beroperasi total sejak pukul 09.00 WIB. Diperkirakan ada sekitar 1.000 orang lebih yang ikut aksi hari ini, yang datang dari berbagai titik kumpul seperti Warung Jambu, Laladon, dan Air Mancur.

“Ini aksi damai, tapi kami sudah tidak kuat lagi kehilangan penghasilan karena kebijakan yang bikin armada kami banyak kena penertiban,” ujar Rudi Smit, salah satu koordinator aksi kepada Radar Bogor, kemarin malam.

Tanpa operasi angkot, warga yang biasanya tergantung pada angkutan ini untuk aktivitas harian terpaksa mencari alternatif. Banyak pengguna jalan curhat lewat media sosial soal antrean panjang kendaraan pribadi dan ojek online di area Bogor Tengah.

Tuntutan Para Sopir Angkot

Para sopir angkot punya beberapa tuntutan yang jadi akar masalah demo ini yaitu Menolak penertiban armada angkot berusia di atas 20 tahun yang dianggap membuat mereka kehilangan sumber pendapatan, Minta keringanan atau penundaan kebijakan peremajaan kendaraan karena modal untuk beli armada baru dianggap terlalu mahal dan Minta dialog serius dengan Pemkot Bogor yang dianggap belum memenuhi janji pertemuan.

Beberapa sopir bahkan bilang, mereka tidak punya pekerjaan lain selain nyetir angkot, sehingga penertiban drastis itu seperti memaksa hilangkan sumber hidup utama mereka.

Gejolak yang Terus Berulang

Tuntutan serupa pernah bikin suasana ricuh pada Oktober 2025 lalu, ketika massa demo sempat melempari petugas Dinas Perhubungan (Dishub) sampai terjadi pengejaran. Video kericuhan itu viral di YouTube dan menunjukkan suasana tak terkendali saat massa semakin emosional.

Kala itu, pengemudi juga menolak aturan usia armada dan kembali menuntut kebijakan yang lebih manusiawi dari pemerintah kota.

Pihak pemerintah Kota Bogor melalui instansi terkait sebelumnya sempat menjanjikan dialog dan evaluasi kebijakan. Pada demo Oktober lalu, perwakilan sopir telah melakukan audiensi dengan Pemkot dan sepakat menyampaikan keluhan itu ke pimpinan daerah. Namun sampai sekarang belum ada kebijakan final yang memuaskan kedua belah pihak.

Reaksi dari pemerintah lokal hingga kini belum secara resmi dirilis ke publik soal aksi hari ini, tapi dalam pemberitahuan Pemkot yang beredar di akun Instagram mereka, warga diminta mempertimbangkan moda transportasi lain karena mogok angkot bisa ganggu mobilitas di pusat kota.

Wakil Wali Kota Bogor sebelumnya juga pernah tersulut emosi saat massa geruduk Balai Kota, menyebut kalau kesepakatan awal sudah dibuat tapi ternyata tetap ditinggalkan oleh sebagian sopir dalam aksi sebelumnya.

Kawasan Balai Kota Bogor sejak pagi sudah dilaporkan mengalami kemacetan panjang, terutama di ruas Jalan Djuanda, Jalan Otista, dan Jalan Kapten Muslihat. Kendaraan pribadi, ojek online, sampai bus umum bergerak lambat karena antrean panjang angkot yang parkir di pinggir jalan saat aksi berlangsung.

Warga yang biasa melintasi kawasan ini untuk kerja, sekolah, atau urusan lain terpaksa memutar jalan atau pilih transportasi lain demi menghindari macet. Beberapa netizen bahkan mengunggah foto dan video antrean panjang angkot di media sosial dengan tagar #BogorMacet.

Sumber Berita

More From Author

Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Pohon Tumbang di Kota Bogor

Warga Bogor Diminta Waspada, BMKG Prediksi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *