Atap SMAN 2 Gunungputri Bogor Ambruk Usai Diguyur Hujan Deras

BOGOR, JAWA BARAT — SMA Negeri 2 Gunungputri mendadak jadi pusat perhatian setelah atap tiga ruang kelas di lantai dua bangunannya ambruk usai terus diguyur hujan deras sejak Kamis malam (22/1/2026). Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 04.30–04.50 WIB Jumat pagi (23/1), ketika sebagian besar warga dan siswa masih terlelap tidur, termasuk staf sekolah yang sedang piket.

Menurut keterangan dari pihak sekolah dan Kepala Desa Ciangsana, bagian atap yang ambruk hanya terjadi di area plafon dan rangka baja ringan, tanpa membuat struktur bangunan benar-benar rubuh. Material genteng, rangka, dan debris memenuhi bagian dalam ruangan dan bahkan menutupi tangga menuju lantai dua.

Pernyataan Pihak Sekolah & Warga

Kepala SMAN 2 Gunungputri, Dede Sahidin, menjelaskan kronologi awal: seorang staf yang menginap di sekolah mendengar suara “bruk… bruk…” sekitar subuh. Begitu dia keluar ruang tidur, ia melihat plafon kelas di lantai dua sudah mulai ambruk secara bertahap.

Sementara itu, Kepala Desa Udin Saputra bilang hujan deras yang turun sejak malam kemungkinan besar jadi pemicu utama kejadian ini. Material baja ringan yang dipakai buat atap dinilai kurang kuat menahan beban genteng saat air terus turun tanpa henti.

Akibat kejadian ini, sekolah langsung meliburkan sementara proses belajar mengajar hari itu. Wakil kepala sekolah menyebut pihaknya sedang menyiapkan rencana darurat biar siswa tetap bisa belajar sambil proses perbaikan berlangsung.

Apalagi kini cuaca masih mudah berubah, dan sekolah di wilayah Bogor kerap kena hujan deras yang bikin drainase sekolah kewalahan. Risiko kelembapan dan beban air pada atap jadi isu utama yang mesti diperhatikan.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lama menjadi penyebab utama berbagai kecelakaan bangunan dan longsor di Bogor dalam beberapa bulan terakhir, termasuk kasus rumah warga yang atapnya ambruk beberapa pekan lalu.

Hingga berita ini dirilis, pihak BPBD Kabupaten Bogor sudah berada di lokasi buat cek lapangan dan mulai bersihin puing atap yang ambruk. Kepala BPBD setempat menekankan pentingnya kajian ulang terhadap konstruksi bangunan sekolah serta peningkatan kualitas material biar kejadian serupa enggak terulang.

Dia juga bilang bakal koordinasi sama Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR buat bantu percepat proses perbaikan. Rencana itu meliputi pemeriksaan struktur lain di sekolah yang mungkin juga rentan kerusakan kalau hujan deras turun lagi.

Sumber: Metrotvnews.com, Detik News, ANTARA Foto, Liputan6.com.

More From Author

Integrasi Teologi Islam dalam Kebijakan dan Praktik Pemanfaatan SDA

Banjir Kota Bekasi Meluas, 9 Kecamatan Terdampak dan Jatibening Permai Terendam 150 Cm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *