Banjir Kota Bekasi Meluas, 9 Kecamatan Terdampak dan Jatibening Permai Terendam 150 Cm

Bekasi, Jawa Barat — Banjir besar kembali menyapu wilayah Kota Bekasi pada Jumat, 23 Januari 2026, setelah hujan deras yang mengguyur area aglomerasi Jabodetabek sejak Kamis malam. Genangan air kini telah merendam permukiman di 9 kecamatan, dengan titik paling parah di Perumahan Jatibening Permai yang mencapai ketinggian 150 cm, menurut data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi.

Fenomena banjir yang makin meluas ini membuat aktivitas warga terganggu hebat jalan lingkungan berubah jadi sungai, akses ke sekolah dan pasar terhambat, serta banyak rumah yang terendam hingga setinggi paha orang dewasa. Kondisi makin serius karena debit air terus naik di beberapa titik, memaksa petugas gabungan melakukan evakuasi warga terdampak.

Daerah Terdampak

BPBD mencatat genangan banjir telah masuk ke wilayah pemukiman di sembilan kecamatan meliputi Rawalumbu, Pondokgede, Jatiasih, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Mustikajaya, Bekasi Barat, Bekasi Timur dan Medan Satria

Ketinggian air di tiap lokasi bervariasi dari sekitar 20 cm sampai setinggi 1,5 m. Titik terparah berada di Perumahan Jatibening Permai, yang membuat banyak rumah warga terendam hingga lantai dua.

Di sejumlah titik, terutama di kawasan permukiman padat penduduk, warga terpaksa mengungsi ke posko pengungsian yang didirikan oleh Pemkot Bekasi. Beberapa lansia dan keluarga dengan anak kecil sudah dievakuasi dari permukiman yang airnya terus naik, seperti di Kelurahan Aren Jaya, Bekasi Timur.

Seorang warga Pondokgede yang enggan disebutkan namanya membagikan cerita tentang perjuangan keluarganya menyelamatkan barang-barang rumah tangga. “Air naik cepat banget semalam, kita bangun semua, dorong sofa ke arah yang lebih tinggi. Belum sempat mikir apa-apa, air udah hampir sejengkal di atas selutut,” ujarnya saat dihubungi dari lokasi banjir.

Beberapa warga yang tetap bertahan memilih naik ke lantai dua rumah sambil menunggu bantuan. Dampak ini bikin berbagai komunitas warga saling bantu satu sama lain, terutama untuk berkongsi makanan dan menyelamatkan hewan peliharaan yang terjebak.

Tanggapan Resmi

BPBD Kota Bekasi menyatakan banjir ini terutama dipicu oleh hujan intensitas tinggi berkepanjangan yang turun sejak Kamis malam, yang bikin drainase dan sungai-sungai kecil meluap ke permukiman. Kondisi ini diperparah oleh aliran air dari hulu yang turut membawa volume air besar masuk ke kota.

“Kita imbau masyarakat tetap tenang, ikuti arahan petugas, dan jika kondisi rumah makin tinggi airnya, segeralah pindah ke tempat aman,” jelas Plt Kepala BPBD Kota Bekasi, Iman Setia Gunawan dalam keterangan pers.

Sementara itu, laporan dari media lokal lain mencatat banjir juga telah menyebabkan pohon tumbang di beberapa titik dan beberapa atap rumah roboh di Bekasi Utara, yang bikin warga makin was-was. Kondisi ini menggambarkan banjir bukan sekadar genangan biasa, tapi sudah mengganggu infrastruktur dan keselamatan publik.

Laporan BPBD sebelumnya juga menyebut banjir mengakibatkan 17 titik genangan di seluruh Kota Bekasi dengan level yang bervariatif menandakan wilayah terdampak bukan cuma titik sentral tapi sudah merata di sejumlah klaster permukiman.

Sumber

More From Author

Atap SMAN 2 Gunungputri Bogor Ambruk Usai Diguyur Hujan Deras

Langkah Nyata SMBC Indonesia Dukung Reforestasi Garut Lewat Penanaman 1.971 Pohon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *