Bandung Barat — Sabtu dini hari (24 Januari 2026), puluhan rumah warga di beberapa kampung Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tertimbun material longsor setelah hujan deras mengguyur kawasan itu lebih dari 48 jam. Pergerakan tanah yang tiba-tiba bikin suasana kampung berubah dramatis saat sebagian besar warga masih terlelap tidur.
Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, menyapu permukiman di Kampung Pasir Kuning, Kampung Babakan, dan sebagian Pasir Kuda. Material tanah dari lereng bukit di kaki Gunung Burangrang turun deras hingga menutup jalan serta rumah warga.
Jumlah Rumah dan Korban
Berdasarkan data awal yang dirilis BPBD Jawa Barat dan laporan warga setempat, setidaknya sekitar 20–30 rumah warga tertimbun tanah longsor. Beberapa laporan media juga menyebut ada sekitar 30 rumah rusak parah dan puluhan lagi terdampak parah oleh material longsor.
Namun, jumlah korban jiwa dan yang tertimbun masih dalam proses pendataan oleh tim SAR gabungan. Narasumber di lapangan menyebut data terus berubah seiring proses pencarian dan evakuasi yang berjalan. Hingga siang ini, laporan menyebut setidaknya 6 orang meninggal dunia, puluhan lainnya masih dicari atau hilang, dan sebagian besar diungsikan ke tempat aman.
Menurut Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin Lubis, data yang masuk mencatat belasan warga belum diketahui nasibnya, sementara sebagian besar selamat dan dibawa ke posko pengungsian.
“Sebelumnya memang hujan terus turun sejak Jumat sore sampai tengah malam. Tanah di lereng mulai bergerak, dan sebelum pagi kejadian, beberapa warga sempat merasakan tanah bergeser,” ujar Nur saat ditemui di kantor desa.
Beberapa warga di lokasi mengatakan bahwa intensitas hujan yang tinggi selama dua hari terakhir membuat struktur tanah makin labil. Saat sebagian besar warga tidur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras serupa sebelum tanah longsor menerjang rumah-rumah mereka.
“Saya terbangun karena suara besar, lalu lihat rumah tetangga sudah tertutup tanah. Kami langsung lari keluar untuk selamatkan keluarga,” kata salah satu warga yang enggan disebut namanya. Suasana saat itu digambarkan penuh kepanikan dan minim penerangan karena masih dini hari.
Material longsor yang bercampur dengan air dari hujan deras membuat tanah jadi sangat berat sehingga banyak rumah yang langsung tersapu dan runtuh dalam hitungan detik, menurut saksi mata yang berada di lokasi.
Evakuasi dan Bantuan
Tim gabungan dari BPBD Jawa Barat, TNI, Polri, Basarnas, relawan, serta warga sekitar langsung bergerak setelah kejadian. Evakuasi korban terdampak longsor masih dilanjutkan siang ini, dengan bantuan alat berat untuk membuka akses yang tertutup tanah dan memindahkan reruntuhan.
Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, juga sudah meninjau langsung lokasi longsor bersama petugas terkait. Ia menyampaikan bahwa bantuan logistik, medis, serta evakuasi terus diprioritaskan untuk keluarga yang terdampak tragedi ini.
Sementara itu, kantor desa segera dijadikan pusat pengungsian darurat dengan fasilitas dasar seperti makanan, air bersih, dan pemeriksaan kesehatan untuk warga yang mengalami trauma atau gangguan medis.
Dari sudut pandang pakar kebencanaan, kejadian longsor di Cisarua bukan sekadar dampak hujan deras semata, tapi juga karena struktur tanah yang rentan, lereng yang curam, serta tingginya curah hujan yang tak berhenti selama beberapa hari.
Menurut peneliti kebencanaan dari universitas lokal yang dihubungi media, fenomena ini bisa menjadi pertanda bahwa pengelolaan lahan di daerah lereng harus lebih serius, termasuk soal drainase dan vegetasi penahan tanah. (Catatan: komentar ini berdasarkan standar penelitian tanah longsor di Indonesia, bukan kutipan langsung dari wawancara hari ini).
Seorang warga lanskap di sekitar lokasi menyebut, “Sudah lama kami khawatir kalau hujan terus kayak gini. Dulu juga sempat beberapa kali tanah retak, tapi tidak separah ini.” Perasaan takut dan cemas jadi tema umum di antara warga yang rumah atau kerabatnya terdampak.
Kata BPBD dan BMKG?
BPBD menyatakan akan terus memantau kondisi tanah di wilayah rentan longsor, khususnya setelah hujan intensitas tinggi. Pemantauan dini seperti peringatan dini pergerakan tanah dan evakuasi warga di daerah berisiko tinggi dinilai penting untuk meminimalisir dampak kejadian serupa di masa mendatang.
Sementara BMKG sebelumnya telah merilis informasi tentang potensi hujan lebat dan gangguan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat selama beberapa hari terakhir, meningkatkan risiko tanah longsor di kawasan pegunungan termasuk Cisarua. (BMKG – data prakiraan cuaca regional)
Sumber berita:
🔗 Ketik.com – Longsor terjang 2 kampung, puluhan rumah tertimbun
🔗 RRI – Wakil Bupati tinjau lokasi longsor
🔗 CNN Indonesia – Longsor di Cisarua tewaskan puluhan & banyak hilang
🔗 Radar Bogor – 30 rumah tertimbun, puluhan hilang
🔗 Detik.com – 6 warga tewas, puluhan masih dicari

