Laktosa dan Sukrosa, Sama-sama Manis Tapi Ternyata Beda Jauh

Manis memang jadi rasa favorit banyak orang. Mulai dari teh, kopi, kue, sampai susu, hampir semuanya pakai pemanis. Tapi, sadar nggak sih kalau rasa manis itu datang dari jenis gula yang beda-beda? Dua yang paling sering kita temui adalah laktosa dan sukrosa. Sama-sama manis, tapi ternyata perbedaannya cukup jauh, baik dari sumber, struktur, sampai dampaknya buat tubuh.

Laktosa sering disebut sebagai gula susu, sementara sukrosa lebih dikenal sebagai gula pasir. Meski keduanya sama-sama bikin lidah senang, efeknya di tubuh bisa beda banget. Yuk, kita kupas tuntas perbedaan laktosa dan sukrosa dengan gaya santai biar gampang dipahami.

Apa Itu Laktosa?

Laktosa adalah jenis gula alami yang terdapat dalam susu dan produk turunannya seperti keju, yogurt, dan krim. Secara kimia, laktosa tersusun dari dua molekul gula sederhana, yaitu glukosa dan galaktosa.

Menurut data dari National Library of Medicine, laktosa punya tingkat kemanisan yang lebih rendah dibanding sukrosa. Makanya, susu terasa manis ringan, nggak setajam minuman manis kemasan.

Di dalam tubuh, laktosa dipecah oleh enzim bernama laktase. Nah, di sinilah masalah sering muncul. Banyak orang dewasa mengalami penurunan produksi laktase, sehingga laktosa nggak tercerna sempurna. Kondisi ini dikenal sebagai intoleransi laktosa.

Gejalanya bisa berupa perut kembung, diare, mual, hingga nyeri perut setelah minum susu. Menurut Mayo Clinic, sekitar 65 persen populasi dunia mengalami penurunan kemampuan mencerna laktosa seiring bertambahnya usia.

Apa Itu Sukrosa?

Sukrosa adalah gula yang paling sering dipakai sehari-hari, alias gula pasir. Sukrosa berasal dari tebu atau bit gula dan tersusun dari glukosa dan fruktosa.

Berbeda dengan laktosa, sukrosa punya rasa manis yang lebih kuat. Karena itulah sukrosa jadi pilihan utama dalam industri makanan dan minuman. Hampir semua produk kemasan, mulai dari minuman bersoda, permen, biskuit, hingga saus, mengandalkan sukrosa sebagai pemanis. Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, konsumsi sukrosa berlebihan bisa meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Perbedaan Utama Laktosa dan Sukrosa

Biar makin jelas, ini dia beberapa perbedaan penting antara laktosa dan sukrosa:

1. Sumber Asal

  • Laktosa: berasal dari susu dan produk olahannya.
  • Sukrosa: berasal dari tanaman tebu dan bit gula.

2. Tingkat Kemanisan

  • Laktosa: sekitar 20–30 persen tingkat manis sukrosa.
  • Sukrosa: jadi standar rasa manis, paling dominan.

3. Cara Cerna

  • Laktosa: butuh enzim laktase.
  • Sukrosa: dipecah jadi glukosa dan fruktosa, lalu diserap tubuh dengan relatif mudah.

4. Dampak ke Tubuh

  • Laktosa: bisa bikin masalah pencernaan pada orang intoleran.
  • Sukrosa: jika berlebihan, berisiko memicu lonjakan gula darah dan penumpukan lemak.

Ahli gizi klinis, dr. Rita Ramayulis, DCN, menjelaskan kalau masyarakat sering salah kaprah soal gula. Menurutnya, nggak semua gula itu jahat, tapi tetap harus dikontrol.

“Laktosa dari susu masih punya manfaat karena membawa nutrisi penting seperti kalsium dan protein. Tapi sukrosa murni hanya menyumbang kalori tanpa nutrisi tambahan. Kalau kebanyakan, efeknya ke metabolisme bisa buruk,” ujarnya dalam wawancara dengan media kesehatan lokal.

Ia juga menyarankan agar konsumsi gula tambahan dibatasi maksimal 25 gram per hari sesuai anjuran WHO.

Sementara itu, praktisi kesehatan masyarakat Andi Wijaya, M.Gizi menambahkan, tren minuman manis kekinian bikin konsumsi sukrosa makin tinggi.

“Minuman boba, kopi susu gula aren, sampai minuman kemasan bisa mengandung 3–5 sendok gula per gelas. Kalau dikonsumsi rutin, risikonya jelas naik,” katanya.

Ia menyarankan agar masyarakat mulai membaca label gizi dan memilih produk rendah gula.

Mana yang Lebih Sehat?

Jawabannya tergantung konteks. Laktosa dalam susu tetap bermanfaat selama tubuh mampu mencernanya. Susu menyediakan protein, vitamin D, dan kalsium yang penting buat tulang.

Sukrosa sendiri sebenarnya nggak sepenuhnya harus dihindari, tapi perlu dibatasi. Kalau ingin rasa manis, lebih baik pilih sumber alami seperti buah, madu, atau gula aren dalam jumlah wajar.

Laktosa dan sukrosa memang sama-sama manis, tapi punya karakter yang beda jauh. Laktosa berasal dari susu dan punya manfaat nutrisi, sementara sukrosa lebih dominan sebagai sumber energi cepat tapi minim gizi. Kunci utamanya ada di porsi dan keseimbangan.

Dengan memahami perbedaannya, kita bisa lebih bijak memilih asupan manis yang masuk ke tubuh. Jadi, masih mau minum kopi susu gula dobel hari ini? Pilih dengan sadar, biar tubuh tetap aman dan sehat.

Referensi:

More From Author

Program IKTE 2026 Buka Peluang Guru Indonesia Mengajar di Korea Selatan, Ini Syarat dan Alur Pendaftarannya

Cara Melakukan Servis Bulu Tangkis yang Tepat agar Tidak Fault dan Lebih Akurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *