Potret Jalan Suryakencana Jelang Imlek, Dari Lampion Hingga Kuliner Legendaris

Bogor – Jalan Suryakencana Bogor kembali jadi sorotan jelang perayaan Tahun Baru Imlek. Kawasan pecinan legendaris yang berada jantung Kota Bogor ini tampil beda. Deretan lampion merah mulai terpasang rapi, berpadu dengan ramainya aktivitas pedagang serta pengunjung yang berburu suasana dan kuliner khas.

Pantauan di lapangan, ornamen lampion terlihat menghiasi pintu masuk hingga beberapa titik sepanjang jalan Suryakencana. Warna merah menyala mendominasi, bikin suasana makin hangat, meriah, dan fotogenik. Hiasan ini bukan sekadar dekorasi, tapi juga jadi simbol harapan, keberuntungan, dan semangat baru menyambut pergantian tahun dalam tradisi Tionghoa .

Tak heran, sejak beberapa hari terakhir, Jalan Suryakencana semakin ramai kunjungan warga lokal hingga wisatawan luar kota. Banyak yang datang hanya sekadar jalan santai, foto-foto, sampai mencicipi aneka jajanan legendaris yang sudah puluhan tahun eksis.

Deretan lampion yang terpasang di sepanjang jalan sukses menciptakan nuansa khas Chinatown. Saat sore menjelang malam, lampion-lampion ini mulai menyala, memantulkan cahaya lembut yang bikin suasana makin hidup.

Seorang pengunjung asal Jakarta, Rina (29), mengaku sengaja datang ke Bogor demi merasakan suasana Imlek di Suryakencana.

“Setiap tahun selalu ke sini. Vibenya beda, lebih hangat dan rame. Banyak spot foto cakep, apalagi pas lampion udah nyala,” katanya.

Hal serupa diungkapkan Dedi, wisatawan lokal dari Depok. Ia menyebut Jalan Suryakencana selalu punya daya tarik tersendiri.

“Di sini tuh lengkap. Mau wisata budaya dapat, mau wisata kuliner juga komplit. Jadi sekali datang bisa dapet banyak pengalaman,” ujarnya.

Bukan hanya soal hiasan, Jalan Suryakencana juga dikenal sebagai surganya kuliner khas Bogor. Mulai dari jajanan kaki lima sampai warung legendaris, semua berjejer di sepanjang jalan.

Beberapa menu yang selalu jadi incaran di antaranya soto kuning Bogor, cungkring, lumpia basah, asinan, hingga es bir kotjok. Aroma rempah dan wangi masakan yang menyeruak di udara bikin siapa pun sulit menahan lapar.

Shania Vivi Armylia Putri, penulis kuliner dari Jawa Pos, menyebut Jalan Suryakencana sebagai “Chinatown-nya Bogor” yang punya street food legendaris. Menurutnya, momen Imlek jadi waktu paling pas buat eksplor jajanan di kawasan ini karena pilihannya makin lengkap dan suasananya lebih meriah .

“Datang ke sini pas Imlek tuh rasanya kayak dapet paket komplit. Bisa nikmatin suasana khas, liat dekorasi, sekaligus jajan sepuasnya,” tulisnya.

Ramainya pengunjung jelang Imlek jelas membawa berkah buat para pedagang. Banyak penjual mengaku omzet mereka naik signifikan dibanding hari biasa. Asep, pedagang lumpia basah yang sudah belasan tahun mangkal di kawasan ini, mengatakan penjualan bisa meningkat dua kali lipat.

“Kalau mendekati Imlek, pembeli makin rame. Apalagi sore sampai malam, bisa habis cepat,” ujarnya sambil melayani antrean.

Hal senada disampaikan Yanti, penjual asinan Bogor. Menurutnya, momen Imlek selalu jadi waktu panen rezeki.
“Biasanya stok harus ditambah. Banyak yang beli buat dimakan di tempat, ada juga yang dibawa pulang,” katanya.

Pemerintah Kota Bogor sendiri rutin mendukung penataan kawasan Suryakencana jelang perayaan besar. Selain pemasangan lampion, penertiban lalu lintas dan kebersihan juga jadi perhatian supaya pengunjung tetap nyaman.

Buat yang baru pertama kali datang, ada beberapa titik favorit yang wajib disambangi. Gapura Lawang Suryakencana jadi spot foto utama, terutama saat lampion sudah menyala. Selain itu, area sekitar Vihara Dhanagun juga selalu ramai karena nuansa historisnya yang kuat.

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Jalan Suryakencana juga jadi simbol toleransi di Kota Bogor. Di sini, budaya Tionghoa berpadu harmonis dengan tradisi lokal, menciptakan ruang bersama yang inklusif.

Setiap Imlek, kawasan ini selalu terbuka untuk siapa pun yang ingin menikmati suasana, tanpa memandang latar belakang. Inilah yang bikin Suryakencana selalu dirindukan, bukan cuma oleh warga Bogor, tapi juga wisatawan dari berbagai daerah.

Dengan lampion yang berkilau, aroma kuliner yang menggoda, dan denyut aktivitas yang tak pernah sepi, Jalan Suryakencana kembali membuktikan diri sebagai salah satu ikon wisata budaya dan kuliner paling hidup di Jawa Barat.

Sumber:

Ancaman Serius! Sungai di Tangerang Tercemar 20 Ton Pestisida

Cara Membagi Partisi di Widows 11

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *