Banyak orang bilang kalau makan labu siam itu bagus buat penderita hipertensi. Sayuran yang bentuknya mirip buah pir ini emang sering banget muncul di meja makan, mulai dari jadi lalapan sampai tumisan. Tapi, apa beneran ada bukti ilmiahnya atau cuma sekadar omongan orang tua dulu aja? Mari kita bedah bareng-bareng faktanya biar nggak salah paham.
Kandungan “Ajaib” di Balik Labu Siam
Labu siam atau yang punya nama keren Sechium edule ini ternyata bukan cuma sekadar sayuran murah meriah. Di dalamnya ada beberapa kandungan yang emang “musuhan” sama tekanan darah tinggi. Salah satu yang paling jagoan adalah kalium. Mineral satu ini punya tugas penting buat bantu tubuh ngeluarin kelebihan natrium (garam) lewat urin.
Selain kalium, ada juga magnesium dan serat. Berdasarkan info dari Halodoc, kombinasi nutrisi ini bisa bikin pembuluh darah jadi lebih rileks. Pas pembuluh darah melebar, otomatis aliran darah jadi lebih lancar dan tekanan ke dinding arteri berkurang. Nggak heran kalau banyak peneliti kesehatan mulai ngelirik sayuran ini sebagai solusi alami pendamping obat dokter.
Bicara soal bukti, ada riset menarik yang dipublikasikan dalam Jurnal Jamu Kusuma. Hasil penelitian itu nunjukkin kalau kelompok orang yang rutin konsumsi perasan labu siam ngalamin penurunan tekanan darah sistolik sekitar 15,5 mmHg. Ini angka yang lumayan gede buat ukuran bahan alami.
Penelitian lain di UPTD Puskesmas Penanggalan tahun 2026 juga nemuin hasil serupa. Mereka ngeliat kalau konsumsi jus labu siam selama lima hari berturut-turut bisa nurunin tensi secara signifikan. Artinya, khasiat labu siam ini bukan cuma sugesti, tapi emang ada reaksi kimiawi di tubuh yang ngebantu nurunin tekanan darah.
“Kandungan flavonoid dalam labu siam punya efek hipotensi karena cara kerjanya mirip penghambat ACE (Angiotensin Converting Enzyme) yang sering ditemuin di obat-obat hipertensi.” — Widiasari (Peneliti Kesehatan)
Jangan Asal Masak!
Nah, ini yang sering salah kaprah. Cara masak ternyata ngaruh banget ke manfaatnya. Menurut riset dari Unair News, proses pengolahan kayak dikukus terlalu lama bisa ngurangin kadar kaliumnya. Kalau kaliumnya hilang, ya manfaat buat nurunin tensinya jadi nggak maksimal.
Pilihan terbaiknya adalah dengan cara diperas (diambil sarinya), dijus, atau direbus sebentar saja biar nutrisinya nggak rusak. Jangan lupa juga, kalau kamu lagi minum obat darah tinggi dari dokter, konsultasi dulu ya. Jangan langsung berhenti minum obat cuma karena merasa sudah makan labu siam. Jadikan sayuran ini sebagai pendukung pola hidup sehat kamu.
Pendapat Ahli Lainnya
Nggak cuma peneliti lokal, Dapur Umami juga nyebutin kalau serat di labu siam itu bisa bantu ikat kolesterol jahat (LDL). Hubungannya apa sama darah tinggi? Pas kolesterol rendah, risiko penyumbatan pembuluh darah juga berkurang. Jadi, selain tensi aman, jantung pun jadi lebih sehat.
Beberapa ahli gizi juga bilang kalau labu siam itu punya sifat diuretik alami. Sederhananya, sayur ini bikin kita lebih sering buang air kecil, yang mana itu cara alami tubuh buat buang racun dan kelebihan cairan yang bikin tensi naik.
Jadi, jawaban buat pertanyaan “Benarkah labu siam bisa menurunkan darah tinggi?” adalah YA, benar. Tapi inget, labu siam bukan obat ajaib yang sekali makan langsung sembuh total. Ini adalah bagian dari perjalanan panjang buat jaga kesehatan. Kamu tetap butuh olahraga, kurangi asupan garam, dan kelola stres biar hasilnya makin mantap.
Buat kamu yang pengen coba, bisa mulai masukin labu siam ke menu harian. Rasanya yang netral bikin sayur ini gampang dipaduin sama apa aja. Selain dapet sehatnya, kantong juga nggak bakal bolong karena harganya yang sangat terjangkau di pasar.
Sumber Referensi:


