Menurut sejumlah penjual merchandise, lonjakan pembelian mulai terasa sejak awal pekan ketika peluang Persib mengunci gelar makin besar. Warna biru mendominasi jalanan Kota Bandung, mulai dari kawasan Dago sampai sekitar GBLA. Banyak Bobotoh rela antre demi mendapat ukuran jersey favorit mereka.
Official store Persib juga terlihat dipadati pengunjung yang mencari koleksi terbaru musim 2025/2026. Produk yang paling cepat terjual adalah jersey player issue dan supporter edition.
Fenomena ini dianggap wajar oleh pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni. Menurutnya, fanatisme supporter Persib memang punya pengaruh besar terhadap industri merchandise sepak bola di Indonesia.
“Persib punya basis supporter yang loyal. Ketika momentum juara datang, penjualan atribut pasti ikut naik,” ujarnya dalam wawancara dengan media olahraga lokal.
Komentar serupa juga datang dari pengamat branding olahraga, Tommy Welly atau yang akrab disapa Bung Towel. Ia menilai Persib termasuk klub yang berhasil membangun identitas kuat lewat komunitas supporter.
“Merchandise sekarang bukan sekadar atribut stadion. Buat banyak anak muda, jersey Persib sudah jadi bagian dari lifestyle,” katanya.
Bukan cuma toko offline, penjualan online juga mengalami kenaikan signifikan. Di beberapa marketplace, pencarian kata kunci “Jersey Persib 2026” meningkat tajam dalam sepekan terakhir. Produk official maupun supporter edition ramai masuk keranjang belanja.
Di media sosial, banyak Bobotoh mengunggah foto outfit biru mereka menjelang laga terakhir. Ada yang memamerkan koleksi jersey lama, ada juga yang baru membeli edisi terbaru demi ikut merasakan atmosfer penentuan juara.
Momentum ini sekaligus menunjukkan kalau sepak bola Indonesia punya dampak ekonomi yang besar. Saat klub berada di jalur juara, efeknya terasa sampai ke sektor UMKM, clothing lokal, penjual aksesoris, hingga tempat sablon custom.
Persib sendiri mengimbau supporter tetap menjaga suasana kondusif selama pertandingan berlangsung. Manajemen klub meminta Bobotoh menciptakan atmosfer aman dan tertib di laga penutup musim ini.
Polda Jawa Barat bahkan menyiapkan ribuan personel pengamanan untuk mengantisipasi lonjakan massa di sekitar stadion dan pusat keramaian Kota Bandung. Antusiasme supporter diperkirakan memuncak setelah peluit akhir pertandingan dibunyikan.
Di sisi lain, beberapa pedagang merchandise mengaku omzet mereka naik dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa. Jersey kandang berwarna biru masih jadi favorit utama, disusul syal bertuliskan “Pangeran Biru” yang laris diburu supporter muda.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana sepak bola sudah jadi bagian dari budaya populer. Buat Bobotoh, memakai jersey Persib bukan cuma soal mendukung klub di lapangan, tapi juga menunjukkan identitas dan kebanggaan sebagai warga Bandung. Kalau Persib berhasil mengunci gelar di laga terakhir nanti, bukan tidak mungkin penjualan merchandise bakal melonjak lebih tinggi lagi dalam beberapa pekan ke depan. Euforia juara biasanya bikin supporter ingin menyimpan momen spesial lewat koleksi atribut resmi klub.
Dengan antusiasme yang terus meningkat, laga pamungkas Super League musim ini dipastikan bukan cuma menarik di atas lapangan, tapi juga membawa efek besar bagi industri merchandise sepak bola nasional. Persib kembali membuktikan kalau kekuatan supporter bisa menjadi mesin ekonomi yang nyata di dunia olahraga Indonesia.
Sumber:
