Selain protein, perbedaan juga terlihat pada tekstur dan rasa. Telur ayam punya rasa yang lebih ringan dan fleksibel dipadukan dengan berbagai masakan. Sebaliknya, telur bebek terkenal dengan rasa lebih gurih dan tekstur kuning telur yang lebih padat. Hal itu membuat telur bebek sering dipakai untuk makanan tertentu seperti martabak, kue tradisional, sampai telur asin.
Ahli gizi dari Mayo Clinic menyebut konsumsi telur tetap aman selama porsinya seimbang dan tidak berlebihan, terutama bagi orang yang menjaga kadar kolesterol. Dalam beberapa penelitian, telur memang mengandung kolesterol cukup tinggi, tetapi juga memiliki nutrisi penting seperti vitamin D, selenium, kolin, dan omega-3.
Pengamat pangan dan nutrisi dari Indonesia, Tan Shot Yen, pernah menjelaskan bahwa masyarakat sering terlalu fokus pada jumlah kolesterol telur tanpa melihat pola makan keseluruhan. Menurutnya, cara memasak dan kombinasi makanan justru lebih berpengaruh terhadap kesehatan tubuh dibanding sekadar memilih telur ayam atau telur bebek.
“Kalau konsumsi sayur, serat, dan aktivitas fisik tetap bagus, telur bisa jadi sumber protein yang sangat baik,” ungkapnya dalam salah satu diskusi kesehatan yang dikutip beberapa media nasional.
Dari sisi kalori, telur bebek memang lebih tinggi. Satu butir telur bebek bisa mengandung lebih dari 130 kalori, sedangkan telur ayam rata-rata sekitar 70 kalori. Buat orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan, telur ayam biasanya lebih sering direkomendasikan karena kalorinya lebih rendah tetapi tetap mengenyangkan.
Namun buat pekerja lapangan, atlet, atau orang yang membutuhkan energi lebih banyak, telur bebek kadang jadi pilihan menarik karena kandungan proteinnya lebih besar. Apalagi rasa gurih alaminya membuat makanan terasa lebih nikmat tanpa harus menambah banyak bumbu.
Meski begitu, bukan berarti telur ayam kalah unggul. Telur ayam lebih mudah ditemukan dan lebih cocok untuk konsumsi harian karena rasanya netral. Selain itu, harga telur ayam cenderung lebih stabil dibanding telur bebek yang produksinya tidak sebanyak telur ayam ras.
Dari segi kandungan vitamin, keduanya sebenarnya sama-sama punya manfaat besar untuk tubuh. Telur ayam dan telur bebek mengandung vitamin A, vitamin B12, zat besi, dan fosfor yang penting untuk metabolisme tubuh. Bedanya hanya pada jumlah kandungan yang sedikit bervariasi.
Badan kesehatan World Health Organization juga menyebut protein hewani seperti telur membantu memenuhi kebutuhan asam amino penting yang diperlukan tubuh untuk membangun otot dan memperbaiki jaringan.
Bagi orang yang punya riwayat alergi telur, penting juga memperhatikan reaksi tubuh sebelum mengonsumsi dalam jumlah banyak. Beberapa orang bisa cocok dengan telur ayam tetapi sensitif terhadap telur bebek, begitu juga sebaliknya.
Pada akhirnya, pilihan antara telur ayam dan telur bebek kembali ke kebutuhan masing-masing. Kalau mencari protein tinggi dengan rasa lebih gurih, telur bebek bisa jadi pilihan menarik. Tapi kalau ingin konsumsi harian yang lebih ringan dan fleksibel, telur ayam tetap jadi favorit banyak orang.
Yang paling penting bukan cuma memilih jenis telur, tetapi juga menjaga pola makan secara keseluruhan. Konsumsi telur dengan sayuran, buah, dan aktivitas fisik yang cukup akan memberi manfaat lebih baik dibanding hanya fokus pada angka protein semata.
