Harapan Brasil untuk kembali mengangkat trofi Piala Dunia harus berakhir lebih cepat. Tim berjuluk Selecao itu tersingkir di babak 16 besar setelah kalah 1-2 dari Norwegia dalam pertandingan yang berlangsung di New York New Jersey Stadium, Amerika Serikat. Kekalahan ini menjadi salah satu hasil paling mengejutkan di fase gugur Piala Dunia 2026 sekaligus membawa Norwegia mencatat sejarah baru dengan melangkah ke perempat final.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Brasil tampil percaya diri dengan penguasaan bola yang lebih dominan. Tim asuhan Carlo Ancelotti mencoba mengendalikan permainan melalui kombinasi lini tengah yang dihuni Casemiro dan Bruno Guimaraes, sementara Vinicius Junior serta Matheus Cunha beberapa kali merepotkan pertahanan Norwegia.
Momentum emas datang pada awal pertandingan ketika Brasil memperoleh hadiah penalti setelah Matheus Cunha dijatuhkan di dalam kotak terlarang. Sayangnya, eksekusi Bruno Guimaraes mampu dibaca dengan baik oleh kiper Norwegia, Ørjan Nyland. Penyelamatan tersebut menjadi titik balik pertandingan karena membuat kepercayaan diri Norwegia semakin meningkat.
Meski terus menekan sepanjang babak pertama, Brasil gagal mengubah dominasi menjadi gol. Sebaliknya, Norwegia bermain disiplin dan menunggu kesempatan melakukan serangan balik cepat. Strategi itu terbukti efektif ketika memasuki menit-menit akhir pertandingan.
Erling Haaland kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu penyerang terbaik dunia. Striker berusia 25 tahun tersebut mencetak dua gol dalam waktu yang relatif singkat dan membuat pertahanan Brasil kehilangan konsentrasi. Gol pertama lahir melalui sundulan yang memanfaatkan umpan silang akurat dari sisi kiri, sedangkan gol kedua tercipta lewat penyelesaian akhir yang tenang setelah menerima umpan matang dari Andreas Schjelderup.
Brasil sempat memperkecil ketertinggalan melalui penalti Neymar pada masa injury time. Namun gol tersebut hanya mempercantik skor karena peluit panjang segera berbunyi dengan kemenangan 2-1 untuk Norwegia.
Hasil ini menjadi catatan yang kurang menyenangkan bagi Brasil. Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1990, mereka harus angkat koper pada babak 16 besar. Selama lebih dari tiga dekade, Brasil selalu mampu melangkah setidaknya hingga babak perempat final. Kini, tradisi tersebut akhirnya terputus.
Di sisi lain, kemenangan ini menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Norwegia. Tim yang dipimpin Martin Ødegaard berhasil membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tim kuda hitam. Permainan disiplin, pertahanan yang solid, serta efektivitas penyelesaian akhir membuat mereka layak berada di delapan besar dunia.
Performa Haaland pun kembali menjadi sorotan. Dua gol yang dicetak ke gawang Brasil membuat koleksi golnya di Piala Dunia 2026 bertambah menjadi tujuh. Catatan tersebut membuatnya sejajar dalam persaingan perebutan Sepatu Emas bersama Lionel Messi dan Kylian Mbappe. Ketajamannya juga menjadi bukti bahwa ia mampu tampil konsisten ketika menghadapi lawan-lawan besar.
Sejumlah pengamat sepak bola internasional menilai kemenangan Norwegia bukan semata karena kecemerlangan Haaland. Penampilan luar biasa kiper Ørjan Nyland dianggap sebagai faktor penting. Selain menggagalkan penalti Bruno Guimaraes, Nyland juga melakukan sejumlah penyelamatan penting yang membuat lini depan Brasil frustrasi sepanjang pertandingan. Banyak media Eropa menyebut Nyland sebagai salah satu pemain terbaik di laga tersebut.
Beberapa analis juga menyoroti pendekatan taktik Carlo Ancelotti. Walaupun Brasil mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang, efektivitas penyelesaian akhir menjadi masalah utama. Reuters melaporkan bahwa banyak pendukung Brasil merasa tim tampil terlalu hati-hati dan gagal memanfaatkan momentum penting, terutama setelah penalti yang gagal dieksekusi pada babak pertama.
Sementara itu, media Inggris menilai Norwegia memperlihatkan kedewasaan bermain yang luar biasa. Mereka tidak panik saat ditekan sepanjang pertandingan dan mampu memanfaatkan setiap celah yang diberikan Brasil. Pendekatan pragmatis tersebut menjadi pembeda ketika memasuki fase-fase akhir pertandingan.
Kemenangan atas Brasil juga memperpanjang perjalanan impresif Norwegia di Piala Dunia 2026. Tim yang sebelumnya tidak terlalu diunggulkan kini mulai dianggap sebagai salah satu kandidat yang mampu memberikan kejutan hingga fase akhir turnamen. Dengan kombinasi pemain muda berbakat dan pengalaman beberapa pemain senior, Norwegia menunjukkan perkembangan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi Brasil, hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar menjelang kompetisi internasional berikutnya. Materi pemain yang dihuni nama-nama seperti Vinicius Junior, Neymar, Alisson Becker, Bruno Guimaraes, hingga Endrick sebenarnya cukup menjanjikan. Namun, kegagalan memanfaatkan peluang dan kurang efektifnya penyelesaian akhir menjadi pelajaran penting yang harus segera diperbaiki apabila ingin kembali bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
Dengan langkah Brasil yang terhenti, persaingan menuju trofi Piala Dunia 2026 semakin terbuka. Sementara Norwegia melanjutkan perjalanan bersejarah mereka ke babak perempat final, dunia kini menantikan apakah Erling Haaland mampu terus mempertahankan performa luar biasanya dan membawa negaranya melangkah lebih jauh di turnamen terbesar sepak bola dunia.
Sumber:

