Salah satu contoh yang paling banyak dibicarakan adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sistem pembayaran berbasis QR yang diperkenalkan oleh Bank Indonesia pada 2019 ini berhasil menyatukan berbagai layanan pembayaran digital dalam satu standar nasional. Kehadiran QRIS membuat transaksi menjadi lebih mudah karena masyarakat tidak perlu lagi menggunakan kode QR yang berbeda untuk setiap penyedia layanan pembayaran.
Tak hanya di bidang finansial, Indonesia juga memiliki inovasi teknik sipil yang diakui secara internasional, yakni teknologi Sosrobahu. Teknologi yang ditemukan oleh Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati memungkinkan pembangunan jalan layang dilakukan tanpa menghentikan arus lalu lintas di bawahnya.
Metode tersebut memanfaatkan sistem hidrolik untuk memutar balok beton hingga 90 derajat setelah proses pengecoran selesai. Cara ini dinilai lebih efisien dan sangat cocok diterapkan di kawasan perkotaan yang padat kendaraan. Teknologi Sosrobahu kemudian digunakan di berbagai negara seperti Filipina, Malaysia, Thailand, hingga Singapura. Bahkan sejumlah insinyur dari Jepang dan Amerika Serikat pernah mempelajari langsung metode konstruksi tersebut sebagai referensi pembangunan infrastruktur.
Inovasi lain yang juga lahir dari Indonesia adalah konsep super app. Melalui Gojek, berbagai layanan seperti transportasi, pesan-antar makanan, pembayaran digital, logistik, hingga layanan harian berhasil disatukan dalam satu aplikasi.
Model bisnis ini kemudian menjadi inspirasi banyak perusahaan teknologi di Asia Tenggara bahkan dunia. Sejumlah platform digital mengembangkan pendekatan serupa dengan menghadirkan berbagai layanan dalam satu ekosistem aplikasi agar pengalaman pengguna menjadi lebih praktis. Fenomena tersebut membuktikan bahwa inovasi digital dari Indonesia mampu memberikan pengaruh terhadap perkembangan industri teknologi global.
Di bidang telekomunikasi, nama Dr. Khoirul Anwar juga menjadi salah satu kebanggaan Indonesia. Konsep Fast Fourier Modulation (FFT) yang dikembangkannya berperan penting dalam mengatasi penurunan kualitas sinyal pada jaringan komunikasi berkecepatan tinggi.
Teknologi tersebut kemudian menjadi bagian dari standar komunikasi broadband 4G LTE yang digunakan secara luas oleh industri telekomunikasi dunia. Kontribusi ini menunjukkan bahwa riset yang dilakukan ilmuwan Indonesia tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga benar-benar diterapkan dalam teknologi yang digunakan jutaan orang setiap hari.
Sejumlah pengamat teknologi menilai keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknis, tetapi juga kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat. Konsep interoperabilitas pembayaran seperti QRIS, misalnya, dinilai mampu mempercepat inklusi keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital. Sementara inovasi seperti Sosrobahu menunjukkan bagaimana kreativitas teknik dapat menyelesaikan persoalan pembangunan di kota-kota besar yang memiliki keterbatasan ruang.
Keberhasilan berbagai inovasi tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki sumber daya manusia yang mampu menghasilkan teknologi berkelas internasional. Dukungan terhadap riset, kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan industri, serta keberanian mengembangkan solusi lokal menjadi faktor penting agar semakin banyak inovasi lahir dari dalam negeri.
Jika pengembangan inovasi terus mendapat ruang yang lebih luas, bukan tidak mungkin Indonesia akan semakin dikenal sebagai negara pencipta teknologi, bukan sekadar pengguna. Potensi tersebut telah dibuktikan melalui berbagai karya yang kini menjadi inspirasi dan bahkan diadopsi oleh negara lain sebagai solusi bagi kebutuhan masyarakat mereka.
Sumber:
- detikINET – 4 Teknologi Buatan Indonesia Ini Dicontek Negara Lain (13 Juli 2026).
- detikINET – Teknologi Paling Membanggakan Indonesia Dicontek Malaysia.

