Bogor – Buah delima sudah lama dikenal sebagai salah satu buah dengan kandungan antioksidan yang tinggi. Namun, bukan hanya daging buahnya yang menyimpan manfaat. Biji delima yang sering dianggap mengganggu saat dimakan ternyata mengandung berbagai nutrisi penting yang baik untuk kesehatan tubuh.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa biji delima kaya akan serat, vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan seperti polifenol, antosianin, dan asam ellagik. Kombinasi kandungan tersebut dipercaya mampu membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas sekaligus mendukung berbagai fungsi organ.
Informasi yang dirangkum dari JPNN menyebutkan bahwa mengonsumsi biji delima secara rutin dapat memberikan sejumlah manfaat kesehatan, mulai dari membantu menjaga sistem pencernaan hingga berpotensi menurunkan risiko perkembangan beberapa jenis kanker. Namun, manfaat tersebut tetap perlu diimbangi dengan pola makan sehat dan gaya hidup yang baik.
Kaya Serat untuk Menjaga Sistem Pencernaan
Biji delima mengandung serat yang cukup tinggi. Asupan serat berperan penting dalam menjaga kesehatan saluran cerna, membantu memperlancar buang air besar, sekaligus mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
Pencernaan yang sehat juga berkaitan dengan penyerapan nutrisi yang lebih optimal. Karena itu, memasukkan buah delima ke dalam menu harian bisa menjadi salah satu pilihan sederhana untuk memenuhi kebutuhan serat alami.
Membantu Mengurangi Peradangan
Peradangan kronis menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, diabetes, hingga gangguan metabolisme.
Biji delima mengandung senyawa antioksidan yang mampu membantu melawan stres oksidatif di dalam tubuh. Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas sehingga kerusakan sel dapat ditekan.
Kementerian Kesehatan RI juga menjelaskan bahwa buah delima memiliki kandungan polifenol yang memberikan efek antioksidan dan antiinflamasi sehingga berpotensi mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Mendukung Kesehatan Kulit
Manfaat lain yang tak kalah menarik adalah kemampuannya membantu menjaga kesehatan kulit. Kandungan antioksidan di dalam biji delima berperan melindungi sel kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet maupun polusi.
Vitamin C yang terdapat pada buah delima juga membantu pembentukan kolagen, yaitu protein yang berperan menjaga elastisitas kulit. Dengan begitu, kulit dapat terlihat lebih sehat dan proses penuaan dini berpotensi diperlambat.
Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker
Salah satu manfaat yang paling banyak mendapat perhatian peneliti adalah potensi biji delima dalam membantu menurunkan risiko kanker.
Biji delima mengandung asam ellagik, antosianin, flavonoid, serta berbagai senyawa bioaktif lain yang dalam sejumlah penelitian laboratorium diketahui mampu menghambat pertumbuhan sel kanker dan mendorong proses apoptosis atau kematian alami sel yang rusak.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa hasil penelitian tersebut sebagian besar masih dilakukan pada hewan maupun kultur sel. Penelitian terhadap manusia masih terus dikembangkan sehingga buah delima tidak dapat dianggap sebagai pengganti terapi medis kanker.
Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh
Selain mengandung vitamin C, biji delima juga menyediakan vitamin K, folat, serta kalium yang penting untuk berbagai fungsi tubuh.
Vitamin C berperan mendukung sistem imun, sedangkan vitamin K membantu proses pembekuan darah dan kesehatan tulang. Folat dibutuhkan dalam pembentukan sel baru, sementara kalium membantu menjaga keseimbangan tekanan darah.
Dengan kandungan nutrisi tersebut, biji delima bisa menjadi salah satu pelengkap pola makan bergizi seimbang untuk menjaga kebugaran tubuh.
Selain laporan dari JPNN, berbagai penelitian ilmiah juga mendukung potensi manfaat buah delima.
Dokter Frans Michael Oscar Marpaung dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menjelaskan dalam artikel Kementerian Kesehatan RI bahwa kandungan polifenol pada delima memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, serta berpotensi memberikan perlindungan terhadap kesehatan jantung. Kandungan bioaktif tersebut juga menjadi alasan mengapa delima terus diteliti dalam berbagai bidang kesehatan.
Sementara itu, ulasan kesehatan yang dipublikasikan KlikDokter menyebutkan bahwa berbagai senyawa antioksidan pada delima membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Efek tersebut diyakini menjadi salah satu alasan mengapa konsumsi buah dan sayuran kaya antioksidan dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit kronis, termasuk beberapa jenis kanker.
Meski menjanjikan, para peneliti sepakat bahwa manfaat delima akan lebih optimal bila dikombinasikan dengan pola makan bergizi, aktivitas fisik rutin, tidur yang cukup, dan menghindari kebiasaan merokok.
Cara Menikmati Biji Delima
Biji delima dapat dikonsumsi secara langsung setelah buah dibelah. Selain itu, biji delima juga cocok dicampurkan ke dalam salad, yogurt, oatmeal, smoothie, atau dijadikan pelengkap berbagai hidangan sehat.
Mengonsumsi buah utuh umumnya lebih disarankan dibandingkan minuman dengan tambahan gula agar kandungan seratnya tetap terjaga.
Sumber:
- JPNN – 5 Manfaat Biji Delima, Bantu Turunkan Risiko Serangan Kanker: https://www.jpnn.com/news/5-manfaat-biji-delima-bantu-turunkan-risiko-serangan-kanker
- Kementerian Kesehatan RI – Buah Delima Kaya Manfaat untuk Kesehatan Kardiovaskular
- KlikDokter – Manfaat Buah Delima untuk Kesehatan

