Banyak orang tua menganggap bayi yang menyusu dalam waktu lama sebagai hal yang wajar. Padahal, pada kondisi tertentu, kebiasaan ini bisa menjadi sinyal adanya penyakit jantung bawaan (PJB) yang perlu segera diperiksa. Mengenali tanda sejak dini sangat penting karena penanganan yang cepat dapat meningkatkan peluang tumbuh kembang anak sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.
Informasi ini disampaikan dalam laporan DetikHealth, yang mengulas pentingnya kewaspadaan terhadap gejala penyakit jantung bawaan pada bayi. Salah satu tanda yang cukup sering muncul adalah bayi membutuhkan waktu sangat lama untuk menyusu karena tubuhnya mudah lelah saat beraktivitas.
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang sudah terbentuk sejak bayi masih berada di dalam kandungan. Tingkat keparahannya beragam, mulai dari yang ringan hingga membutuhkan tindakan operasi dalam waktu singkat setelah lahir. Menurut berbagai lembaga kesehatan, kondisi ini termasuk salah satu kelainan bawaan yang paling sering ditemukan pada bayi baru lahir.
Saat bayi menyusu, tubuh membutuhkan energi yang cukup besar. Jika terdapat gangguan pada fungsi jantung, proses memompa darah dan oksigen ke seluruh tubuh menjadi kurang optimal. Akibatnya, bayi akan cepat lelah, sering berhenti saat menyusu, berkeringat berlebihan, bahkan napasnya tampak lebih cepat dibandingkan bayi normal.
Selain menyusu terlalu lama, ada beberapa tanda lain yang patut diperhatikan orang tua, antara lain:
- Bayi tampak kebiruan pada bibir atau ujung jari.
- Napas cepat atau sesak saat menyusu.
- Berat badan sulit naik meski pola makan terlihat cukup.
- Bayi mudah lelah dan sering tertidur ketika menyusu.
- Keringat berlebih tanpa aktivitas berat.
- Sering mengalami infeksi saluran pernapasan.
Gejala tersebut memang tidak selalu menandakan penyakit jantung bawaan. Namun, apabila muncul lebih dari satu tanda atau berlangsung terus-menerus, pemeriksaan ke dokter spesialis anak atau dokter spesialis jantung anak menjadi langkah yang sangat dianjurkan.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), deteksi dini memiliki peran penting karena banyak kasus penyakit jantung bawaan dapat ditangani dengan terapi obat, tindakan kateterisasi, hingga operasi sesuai tingkat keparahannya. Penanganan yang cepat memberi peluang hidup dan kualitas hidup yang jauh lebih baik bagi anak.
Komentar serupa juga disampaikan oleh World Health Organization (WHO) yang menekankan bahwa kelainan bawaan, termasuk penyakit jantung bawaan, menjadi salah satu penyebab utama kematian bayi di berbagai negara. WHO mendorong skrining sejak awal kehidupan agar bayi yang mengalami gangguan dapat memperoleh pengobatan lebih cepat dan tepat.
Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa sebagian besar penyebab penyakit jantung bawaan belum diketahui secara pasti. Faktor genetik, kondisi kesehatan ibu selama kehamilan, infeksi tertentu, konsumsi obat-obatan tanpa pengawasan medis, hingga paparan zat berbahaya diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya kelainan tersebut.
Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu. Bila ditemukan dugaan gangguan jantung, pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi (USG jantung), elektrokardiogram (EKG), atau pemeriksaan kadar oksigen dalam darah dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.
Kabar baiknya, perkembangan teknologi medis membuat angka keberhasilan penanganan penyakit jantung bawaan terus meningkat. Banyak anak yang telah menjalani operasi maupun terapi rutin mampu menjalani aktivitas sehari-hari secara normal hingga dewasa, asalkan mendapatkan pengawasan medis yang berkelanjutan.
Orang tua juga memiliki peran besar dalam proses pemantauan kesehatan bayi. Memperhatikan pola menyusu, kenaikan berat badan, warna kulit, hingga pola napas merupakan langkah sederhana yang bisa membantu menemukan gejala lebih awal. Jangan menunggu sampai kondisi bayi memburuk apabila muncul tanda-tanda yang tidak biasa.
Pada akhirnya, bayi yang menyusu terlalu lama memang belum tentu mengalami penyakit jantung bawaan. Namun, kebiasaan tersebut tidak boleh langsung dianggap normal, terutama jika disertai gejala lain seperti napas cepat, mudah lelah, atau berat badan yang tidak bertambah. Pemeriksaan sejak dini memberikan kesempatan terbaik agar bayi memperoleh penanganan yang sesuai dan dapat tumbuh sehat bersama keluarga.
Sumber
- DetikHealth – Ciri-ciri Penyakit Jantung Bawaan, Waspada Jika Bayi Menyusu Terlalu Lama
- World Health Organization (WHO): https://www.who.int
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC): https://www.cdc.gov
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI): https://www.idai.or.id



