Aktivitas Gunung Ijen kembali menjadi perhatian setelah alat seismograf merekam sinyal yang dikenal sebagai gempa tornillo. Jenis gempa ini berbeda dengan gempa tektonik yang sering dirasakan masyarakat. Gempa tornillo lebih berkaitan dengan aktivitas di dalam gunung api dan menjadi salah satu sinyal yang diamati oleh para ahli vulkanologi untuk memahami perubahan kondisi di bawah permukaan.
Informasi mengenai rekaman gempa tornillo di Gunung Ijen disampaikan melalui laporan yang mengutip penjelasan dari Badan Geologi. Meski belum tentu menandakan akan terjadi letusan dalam waktu dekat, kemunculan sinyal ini tetap menjadi bahan evaluasi penting bagi petugas pemantauan gunung api.
Apa Itu Gempa Tornillo?
Gempa tornillo merupakan salah satu jenis gempa vulkanik yang memiliki bentuk gelombang unik saat direkam oleh seismograf. Nama tornillo berasal dari bahasa Spanyol yang berarti sekrup, karena bentuk sinyalnya menyerupai ulir atau baut ketika dilihat pada rekaman seismik.
Karakteristik utama gempa ini adalah amplitudo yang perlahan mengecil dengan frekuensi yang relatif stabil. Kondisi tersebut berbeda dari gempa vulkanik biasa yang cenderung memiliki bentuk gelombang lebih acak.
Menurut para ahli, gempa tornillo umumnya berkaitan dengan getaran fluida seperti gas, uap, atau cairan panas yang bergerak melalui rekahan sempit di dalam tubuh gunung api. Saat tekanan meningkat, fluida tersebut menghasilkan resonansi yang kemudian terekam sebagai gempa tornillo.
Cara Terjadinya Gempa Tornillo Secara Bertahap
Fenomena ini tidak muncul begitu saja. Ada beberapa tahapan yang biasanya terjadi hingga akhirnya sinyal tornillo terekam oleh alat pemantau.
1. Tekanan Fluida Mulai Meningkat
Di bawah permukaan gunung api terdapat magma, gas vulkanik, dan air panas. Ketika aktivitas di bawah tanah meningkat, tekanan gas maupun uap ikut bertambah sehingga mencari jalan keluar melalui celah batuan.
2. Fluida Bergerak Melalui Rekahan Sempit
Gas atau cairan panas kemudian mengalir melewati retakan yang ukurannya sangat sempit. Pergerakan ini menciptakan getaran berulang layaknya udara yang melewati pipa.
3. Terjadi Resonansi
Saat tekanan terus berlangsung, rekahan batuan mengalami resonansi. Resonansi inilah yang menghasilkan pola getaran dengan frekuensi stabil sehingga membentuk sinyal khas tornillo pada alat seismograf.
4. Gelombang Direkam Seismograf
Sensor seismik yang dipasang di sekitar Gunung Ijen menangkap seluruh getaran tersebut. Hasil rekaman memperlihatkan bentuk gelombang memanjang dengan amplitudo yang perlahan mengecil sehingga mudah dikenali oleh para pengamat gunung api.
5. Data Dianalisis oleh Vulkanolog
Setelah sinyal terekam, petugas tidak langsung menyimpulkan akan terjadi erupsi. Data tersebut dibandingkan dengan parameter lain seperti deformasi gunung, suhu kawah, emisi gas, serta aktivitas gempa vulkanik lainnya sebelum menentukan kondisi aktivitas gunung secara keseluruhan.
Apakah Gempa Tornillo Selalu Menandakan Erupsi?
Jawabannya tidak selalu.
Kemunculan gempa tornillo memang menunjukkan adanya dinamika fluida di dalam tubuh gunung api. Namun, sinyal tersebut bukan satu-satunya indikator yang digunakan untuk menentukan potensi letusan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selalu mengevaluasi berbagai parameter secara bersamaan. Jika aktivitas lain juga mengalami peningkatan, seperti jumlah gempa vulkanik, deformasi permukaan, hingga kenaikan emisi gas, barulah status aktivitas gunung dapat berubah sesuai hasil analisis para ahli.
Mengapa Pemantauan Sangat Penting?
Indonesia memiliki ratusan gunung api aktif sehingga sistem pemantauan menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana. Seismograf bekerja selama 24 jam untuk merekam setiap getaran yang muncul.
Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis oleh tim pengamat agar perubahan aktivitas dapat diketahui lebih cepat. Dengan cara ini, pemerintah dapat memberikan informasi maupun rekomendasi kepada masyarakat apabila ditemukan peningkatan aktivitas yang memerlukan kewaspadaan lebih tinggi.
Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan gunung api, mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BMKG menjadi langkah terbaik agar tidak mudah terpengaruh kabar yang belum terverifikasi.
Kesimpulan
Gempa tornillo merupakan salah satu sinyal vulkanik yang memiliki bentuk gelombang khas akibat resonansi gas atau fluida di dalam rekahan gunung api. Rekaman gempa tornillo di Gunung Ijen menjadi informasi penting bagi para vulkanolog untuk memahami kondisi bawah permukaan, namun kemunculannya tidak otomatis berarti gunung akan segera meletus. Analisis tetap dilakukan dengan menggabungkan berbagai parameter pemantauan sehingga keputusan yang diambil didasarkan pada data yang lengkap dan akurat.
Sumber:
- Tempo – Apa Itu Gempa Tornillo yang Terekam Seismograf Gunung Ijen
- Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta referensi karakteristik gempa vulkanik Gunung Ijen.



