Perubahan cara industri melihat lingkungan ikut membuka jalur karier yang makin beragam. Green economy bukan cuma soal energi bersih atau menjaga hutan, tetapi juga melahirkan kebutuhan tenaga kerja yang memahami sustainability, sertifikasi, assessment, hingga supply chain. Peluang ini menarik untuk Gen Z yang ingin membangun karier sambil ikut memberi dampak positif bagi lingkungan.
Liputan6.com pada 5 Oktober 2026 menyoroti meningkatnya kebutuhan kompetensi di sektor kehutanan. Dalam laporan tersebut, CEO MK Academy Thomas Hidayat Kurniawan menyebut kebutuhan industri terhadap profesional dengan kemampuan sustainability, certification, assessment, dan supply chain terus meningkat.
1. Sustainability
Skill pertama yang penting adalah sustainability. Kemampuan ini membantu seseorang memahami pengelolaan sumber daya dari berbagai sisi, mulai dari lingkungan, sosial, sampai ekonomi. Dalam sektor kehutanan, responsible forestry tidak berhenti pada upaya menjaga hutan. Ada hubungan dengan masyarakat, tata kelola, industri, serta pemanfaatan hasil hutan secara bertanggung jawab.
Buat Gen Z, pemahaman sustainability bisa menjadi bekal untuk melihat masalah secara lebih luas. Tidak hanya mencari solusi yang ramah lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan dampaknya bagi pekerja, masyarakat, dan keberlangsungan bisnis.
2. Certification
Sertifikasi menjadi skill berikutnya yang layak dipelajari. Dunia industri membutuhkan orang yang paham standar dan mampu memahami bagaimana standar tersebut diterapkan. Dalam pengelolaan hutan, misalnya, ada FSC Forest Management (FM) dan Chain of Custody (CoC).
Pemahaman terhadap sertifikasi membuat calon profesional lebih siap mengenali persyaratan, dokumen, proses penerapan, sampai alur pemeriksaan. Kemampuan ini juga dapat menjadi nilai tambah ketika masuk ke bidang sustainability, kehutanan, manufaktur, maupun supply chain.
3. Assessment
Assessment berkaitan dengan proses menilai apakah sebuah standar sudah diterapkan dengan baik. Skill ini membutuhkan kemampuan membaca kriteria, mengumpulkan bukti, melakukan pemeriksaan, dan menyusun kesimpulan berdasarkan temuan.
Kemampuan assessment juga melatih pola pikir yang teliti. Bagi mahasiswa maupun fresh graduate, pengalaman memahami proses evaluasi dapat menjadi modal saat bekerja di perusahaan, lembaga sertifikasi, konsultan, atau tim internal perusahaan.
4. Supply Chain
Rantai pasok menjadi bagian penting dalam green economy. Material tidak berhenti ketika keluar dari sumbernya, tetapi bergerak melalui berbagai tahapan sebelum menjadi produk. Karena itu, calon profesional perlu memahami bagaimana asal material, proses pengolahan, hingga produk akhir saling terhubung.
Dalam konteks kehutanan, prinsip pengelolaan yang bertanggung jawab perlu dijaga sepanjang rantai pasok. Pemahaman ini membuat Gen Z lebih mudah melihat hubungan antara sumber daya alam, industri, distribusi, dan konsumen.
5. Pemahaman Lintas Sektor
Skill terakhir adalah kemampuan melihat hubungan antarbidang. Kehutanan tidak berdiri sendiri karena berkaitan dengan masyarakat, ekonomi, industri, sertifikasi, supply chain, dan tata kelola.
Gen Z yang punya wawasan lintas sektor akan lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan pekerjaan yang terus berkembang. Bekal ini juga membantu seseorang berdiskusi dengan banyak pihak dan memahami persoalan dari sudut pandang yang berbeda.
Momentum edukasi tentang kehutanan juga terlihat dalam FSC Forest Week 2026 di Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan unsur pendidikan, industri, mitra FSC, dan generasi muda melalui edukasi serta kampanye kreatif. Pesannya jelas: pemahaman tentang hutan perlu dibangun bersama karena pengelolaan yang bertanggung jawab berhubungan langsung dengan kehidupan, pembangunan, dan kebutuhan industri. Ruang belajar seperti ini bisa menjadi tempat bagi Gen Z untuk mengenal profesi hijau dari dekat.
Green economy akhirnya bukan sekadar tren pekerjaan, tetapi ruang baru untuk membangun kompetensi. Dengan mempelajari sustainability, certification, assessment, supply chain, dan wawasan lintas sektor, Gen Z bisa menyiapkan diri untuk berbagai peluang karier yang berhubungan dengan keberlanjutan.
Bagi yang ingin memperdalam kompetensi tersebut, pelatihan menjadi salah satu langkah yang bisa dipertimbangkan. MK Academy menyediakan program training, consulting, assessment, dan certification yang berkaitan dengan standar FSC Forest Management dan Chain of Custody. Informasi program dapat dilihat melalui situs resmi MK Academy.
Sumber: Liputan6.com – Green Economy Buka Peluang Karier Baru, Ini 5 Skill yang Perlu Disiapkan Gen Z


