Indonesia emang enggak ada habisnya kalau ngomongin soal kekayaan alam. Dari Sabang sampai Merauke, kita punya harta karun yang nggak cuma indah dipandang, tapi juga enak banget buat disantap. Salah satu yang lagi hits dan banyak diburu pecinta buah eksotis adalah Matoa. Buah yang punya nama ilmiah Pometia pinnata ini asalnya dari tanah Papua, tapi sekarang ketenarannya sudah sampai ke seluruh pelosok negeri.
Kalau kamu baru pertama kali lihat Matoa, mungkin bakal sedikit bingung. Bentuknya lonjong kecil-kecil mirip kedondong atau sawo, tapi kulitnya cenderung keras dan warnanya gradasi antara hijau, kuning, sampai merah keunguan. Begitu dikupas, isinya mirip kelengkeng atau rambutan: putih bening, kenyal, dan punya aroma yang unik banget.
Rasa Unik yang Bikin Ketagihan
Banyak orang bilang kalau makan Matoa itu kayak lagi makan tiga buah sekaligus. Ada sensasi rasa kelengkeng yang manis, tekstur kenyal mirip rambutan, dan aroma khas durian yang tipis-tipis tercium. Makanya, nggak heran kalau buah ini sering disebut sebagai buah “tiga rasa”. Tekstur daging buahnya yang agak tebal dan lepas dari bijinya bikin sensasi ngemil Matoa jadi makin asik.
Matoa biasanya berbuah setahun sekali, sekitar bulan Oktober sampai Desember. Karena masa panennya yang cukup singkat, buah ini sering dianggap eksklusif. Harganya pun lumayan stabil di angka yang sedikit lebih tinggi dibanding buah tropis lainnya, tapi rasanya benar-benar sebanding sama apa yang kita bayar.
Di balik rasa manisnya yang legit, Matoa menyimpan segudang manfaat buat tubuh. Kandungan vitamin C dan vitamin E di dalamnya cukup tinggi, yang mana dua kombinasi ini oke banget buat menjaga daya tahan tubuh dan bikin kulit tetap sehat.
“Matoa mengandung senyawa polifenol, termasuk flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan kuat untuk menangkal radikal bebas,” tulis laporan kesehatan dari laman Alodokter.
Antioksidan ini penting banget buat kita yang sering beraktivitas di luar ruangan dan terpapar polusi. Selain itu, vitamin E dalam Matoa juga dipercaya bisa membantu meningkatkan kesuburan dan menjaga kelembapan kulit secara alami. Jadi, makan Matoa nggak cuma manjain lidah, tapi juga investasi buat kesehatan jangka panjang.
Popularitas Matoa di media sosial juga makin naik. Banyak food blogger yang mulai review buah ini karena keunikannya. Di platform X (Twitter), seorang pengguna dengan akun @BuahLokalLover menyebutkan bahwa Matoa adalah “comfort fruit” terbaik dari Indonesia Timur.
“Jujur, pertama kali nyoba Matoa langsung jatuh cinta. Manisnya nggak lebay dan wanginya itu lho, bikin nagih. Cuma sayang emang agak susah dicari kalau belum musimnya,” tulis akun tersebut dalam sebuah utas tentang buah lokal.
Senada dengan hal itu, melansir dari Detik Food, beberapa pedagang buah di pasar induk mengakui kalau permintaan Matoa terus meningkat tiap tahunnya. “Meskipun harganya lumayan, banyak pelanggan yang rela nunggu buat dapet stok paling seger. Apalagi yang warna kulitnya udah merah kehitaman, itu biasanya paling manis,” ujar salah satu pedagang.
Biar nggak zonk pas beli, ada beberapa tips simpel yang bisa kamu lakuin. Pertama, pilih buah yang kulitnya terasa kencang dan nggak lembek. Warna kulit nggak selalu jadi patokan tingkat kemanisan karena tergantung jenisnya, tapi biasanya yang warnanya gelap punya rasa yang lebih pekat.
Kedua, pastikan aromanya segar. Kalau sudah tercium bau asam atau alkohol, berarti buahnya sudah terlalu matang atau mulai busuk. Untuk penyimpanan, Matoa lebih baik ditaruh di suhu ruangan kalau mau langsung dimakan, tapi kalau mau tahan lebih lama (sekitar 3-5 hari), kamu bisa simpan di dalam kulkas dengan wadah tertutup.
Menjaga Kelestarian Buah Asli Papua
Meskipun sekarang Matoa sudah mulai banyak dibudidayakan di luar Papua, seperti di Jawa dan Kalimantan, kita tetap harus mengapresiasi tanah asalnya. Keberadaan buah ini jadi pengingat betapa kayanya biodiversitas Indonesia. Dukungan kita terhadap buah lokal bukan cuma soal gaya hidup sehat, tapi juga membantu para petani lokal biar terus semangat melestarikan tanaman asli nusantara.
Nah, buat kamu yang belum pernah nyoba, mending langsung cari di toko buah langganan atau cek di marketplace. Jangan sampai kelewatan musim panennya tahun ini. Matoa benar-benar definisi “kecil-kecil cabe rawit” dalam dunia buah-buahan ukurannya mungil, tapi manfaat dan rasanya luar biasa nendang!
Sumber:
