Siapa sih yang nggak gemas pas lihat mata bulat besar dan gerakan super lambat dari seekor kukang? Hewan yang sering dijuluki “the shy slow loris” ini emang punya daya tarik tersendiri. Tapi, di balik tampangnya yang polos dan gerakan yang kayak lagi slow motion, ada kenyataan pahit yang harus mereka hadapi. Kukang bukan cuma sekadar hewan lucu buat konten media sosial, mereka adalah bagian penting dari ekosistem hutan kita yang sekarang kondisinya makin memprihatinkan.
Si Lambat yang Punya “Senjata” Rahasia
Kukang masuk dalam keluarga primata prosimian. Meskipun bentuknya mirip boneka hidup, jangan sampai terkecoh ya. Kukang itu satu-satunya primata di dunia yang punya bisa (venom). Mereka punya kelenjar di bagian siku yang kalau dijilat dan bercampur sama air liur, bisa bikin gigitannya jadi beracun banget. Di alam liar, ini adalah cara mereka bertahan hidup dari predator.
Sayangnya, keunikan ini malah jadi petaka buat mereka di pasar gelap. Para pedagang ilegal sering banget motong gigi taring kukang secara paksa biar nggak gigit pembelinya. Proses ini sadis banget karena dilakukan tanpa bius, dan banyak banget kukang yang akhirnya mati karena infeksi atau stres berat sebelum sampai ke tangan kolektor.
Kenapa Mereka Makin Langka?
Ada beberapa alasan kenapa populasi kukang di Indonesia, mulai dari Kukang Jawa (Nycticebus javanicus), Kukang Sumatra (Nycticebus hiller) sampai Kukang Kalimantan (Nycticebus menagensis), terus merosot tajam.
-
Hilangnya Habitat: Hutan yang jadi rumah asli mereka terus dibabat buat pembukaan lahan sawit atau pemukiman. Pas pohon-pohon ditebang, kukang kehilangan tempat cari makan dan berlindung.
-
Perburuan Liar: Ini masalah klasik yang nggak kelar-kelar. Masih banyak orang yang ngerasa keren kalau punya peliharaan eksotis kayak kukang, padahal itu melanggar hukum.
-
Mitos Kesehatan: Di beberapa daerah, ada kepercayaan kalau bagian tubuh kukang bisa jadi obat tradisional. Padahal secara medis, hal ini sama sekali nggak terbukti kebenarannya.
Menanggapi fenomena ini, banyak pihak yang mulai makin keras bersuara. Mengutip dari laman resmi International Animal Rescue (IAR) Indonesia, mereka nekenin kalau kukang itu bukan hewan peliharaan. “Kukang adalah satwa liar yang sangat sensitif. Stres karena perpindahan lingkungan dari hutan ke kandang sempit bisa ngerusak mental dan fisik mereka secara permanen,” tulis mereka dalam kampanye edukasi terbarunya.
Nggak cuma itu, komentar juga datang dari komunitas pengamat satwa liar, Yayasan Ekosistem Lestari. Mereka menyebutkan kalau peran kukang di alam itu vital banget sebagai penyebar biji-bijian dan pengendali hama serangga. Kalau kukang punah, keseimbangan hutan bakal keganggu, dan efeknya bakal balik lagi ke manusia dalam jangka panjang.
Banyak orang yang beli kukang karena merasa kasihan lihat mereka di pasar hewan, tapi sebenernya tindakan itu justru malah “menyirami” bisnis ilegal ini. Makin banyak permintaan, makin banyak juga kukang yang bakal diambil paksa dari alam.
Status Hukum dan Perlindungan
Di Indonesia sendiri, kukang itu statusnya dilindungi banget berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Siapapun yang nekat nangkep, melukai, ngebunuh, nyimpen, atau memperjualbelikan kukang bisa kena sanksi penjara maksimal 5 tahun dan denda sampai Rp 100 juta.
Secara internasional, menurut daftar merah IUCN, status kukang rata-rata udah masuk kategori Critically Endangered alias terancam punah. Jadi, kalau kita nggak gerak sekarang buat jagain mereka, mungkin anak cucu kita cuma bisa lihat kukang lewat foto atau video dokumenter aja nanti.
Kukang adalah warisan alam yang harus kita jaga bareng-bareng. Lucu bukan berarti boleh dimiliki, dan eksotis bukan berarti boleh dieksploitasi. Mari kita biarin mereka tetep hidup bebas di habitat aslinya, bergelantungan di pohon-pohon tinggi sambil menikmati malam yang tenang.
Sumber:
