Mengenal Kode Angka pada Botol Plastik dari 1 hingga 7

Saat membeli air mineral, minuman kemasan, atau wadah makanan, banyak orang hanya melihat merek dan isi produknya. Padahal, di bagian bawah botol atau kemasan plastik biasanya terdapat simbol segitiga daur ulang dengan angka 1 sampai 7. Angka tersebut bukan sekadar penanda daur ulang, melainkan kode yang menunjukkan jenis bahan plastik yang digunakan.

Kode ini dikenal sebagai Resin Identification Code (RIC) dan mulai digunakan untuk membantu proses identifikasi serta daur ulang plastik. Selain itu, kode tersebut juga bisa menjadi panduan bagi konsumen dalam memilih kemasan yang lebih aman digunakan.

https://images.openai.com/static-rsc-4/9t26sa2OXhaDRyRYpXu2AKKKJpsGGseyGGHBh8qqax2Ki37gustNyYtEktR89VW6SNujTNQxv0pEzrHB2iEpOS5FVnO0oNM4gV_CR18IN6rSbPvQmsUzpxqwuSEk98kg2nR2e_gPgpEpO-gSiRkkyb80SOseqOpatfV6Dwf6jsKtdjV_m3GaGLtm0T2U4Yxb?purpose=fullsize
Saat membeli air mineral, minuman kemasan, atau wadah makanan, banyak orang hanya melihat merek dan isi produknya. Padahal, di bagian bawah botol atau kemasan plastik biasanya terdapat simbol segitiga daur ulang dengan angka 1 sampai 7. Angka tersebut bukan sekadar penanda daur ulang, melainkan kode yang menunjukkan jenis bahan plastik yang digunakan.

Kode ini dikenal sebagai Resin Identification Code (RIC) dan mulai digunakan untuk membantu proses identifikasi serta daur ulang plastik. Selain itu, kode tersebut juga bisa menjadi panduan bagi konsumen dalam memilih kemasan yang lebih aman digunakan.

Apa Arti Kode Plastik 1 sampai 7?

Kode 1 – PET atau PETE (Polyethylene Terephthalate)

Kode 1 paling sering ditemukan pada botol air mineral, minuman ringan, jus, dan kemasan saus. Plastik PET memiliki karakteristik bening, ringan, dan cukup kuat untuk menyimpan minuman.

Meski aman untuk penggunaan sekali pakai, sejumlah sumber kesehatan menyarankan agar botol PET tidak digunakan berulang kali dalam jangka panjang, terutama jika sering terkena panas.

Kode 2 – HDPE (High Density Polyethylene)

HDPE banyak digunakan pada botol susu, sampo, deterjen, dan produk rumah tangga lainnya. Jenis plastik ini dikenal lebih kuat dan memiliki ketahanan kimia yang baik.

Karena sifatnya yang stabil, HDPE termasuk salah satu plastik yang relatif aman dan memiliki tingkat daur ulang yang cukup tinggi dibanding jenis plastik lainnya.

Kode 3 – PVC (Polyvinyl Chloride)

PVC biasanya ditemukan pada pipa, selang, bahan konstruksi, atau beberapa jenis kemasan tertentu. Plastik ini tidak umum digunakan untuk botol minuman.

Beberapa pakar lingkungan menilai PVC lebih sulit didaur ulang dibanding jenis plastik lain dan membutuhkan pengelolaan khusus saat diproses kembali.

Kode 4 – LDPE (Low Density Polyethylene)

LDPE sering ditemukan pada kantong plastik, plastik pembungkus makanan, serta botol yang dapat ditekan (squeeze bottle).

Karakteristiknya lentur dan tahan terhadap kelembapan. Walau cukup aman untuk kontak dengan makanan, tingkat pengumpulan dan daur ulang LDPE masih lebih rendah dibanding PET dan HDPE.

Kode 5 – PP (Polypropylene)

PP banyak digunakan pada wadah makanan, tutup botol, sedotan, dan beberapa jenis tempat makan yang bisa digunakan berulang kali.

Banyak ahli menganggap PP sebagai salah satu jenis plastik yang paling baik untuk kemasan makanan karena memiliki ketahanan panas yang cukup tinggi dan struktur yang stabil. Karena alasan tersebut, kode 5 sering menjadi pilihan untuk wadah makanan maupun tumbler.

Kode 6 – PS (Polystyrene)

PS dikenal luas sebagai bahan pembuat styrofoam, gelas sekali pakai, dan wadah makanan cepat saji.

Meski ringan dan murah, penggunaan PS menjadi perhatian berbagai kalangan karena sulit didaur ulang dan berpotensi menimbulkan masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan baik.

Kode 7 – Other

Kategori ini mencakup berbagai jenis plastik lain yang tidak masuk kelompok 1 hingga 6, seperti polycarbonate (PC), ABS, SAN, dan nilon.

Karena terdiri dari berbagai material berbeda, tingkat keamanan dan kemampuan daur ulangnya juga bervariasi. Konsumen biasanya perlu melihat informasi tambahan pada kemasan untuk mengetahui karakteristik plastik yang digunakan.

Kenapa Kode Plastik Penting untuk Diketahui?

Memahami kode plastik membantu masyarakat memilih kemasan yang sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, untuk wadah makanan panas atau penggunaan berulang, banyak ahli merekomendasikan memilih wadah berbahan PP (kode 5) atau HDPE (kode 2) yang lebih stabil dibanding beberapa jenis plastik lainnya.

Selain faktor kesehatan, kode plastik juga berhubungan dengan proses daur ulang. Menurut berbagai sumber lingkungan, PET dan HDPE merupakan dua jenis plastik yang paling banyak memiliki jalur daur ulang yang tersedia. Sementara jenis lain sering kali memerlukan proses pengolahan yang lebih kompleks.

Pusat riset dan organisasi lingkungan di berbagai negara menilai bahwa masih banyak masyarakat yang mengira simbol angka pada plastik berarti produk tersebut otomatis dapat didaur ulang. Faktanya, kemampuan daur ulang sangat bergantung pada fasilitas pengolahan yang tersedia di masing-masing daerah.

Sementara itu, sejumlah pemerhati lingkungan di Indonesia mendorong masyarakat untuk tidak hanya fokus pada pemilihan jenis plastik, tetapi juga mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai dan memperpanjang umur pakai produk yang masih layak digunakan.

Kode angka 1 hingga 7 pada botol plastik bukan sekadar simbol. Angka tersebut memberikan informasi penting mengenai jenis bahan plastik, tingkat keamanan penggunaan, serta potensi daur ulangnya. Secara umum, kode 2 (HDPE) dan kode 5 (PP) sering dianggap sebagai pilihan yang lebih baik untuk penggunaan berulang, sedangkan botol PET berkode 1 lebih dianjurkan untuk penggunaan sekali pakai sesuai fungsinya.

Dengan memahami arti setiap kode plastik, konsumen dapat membuat keputusan yang lebih bijak, baik untuk kesehatan maupun untuk membantu mengurangi dampak sampah plastik terhadap lingkungan.

Sumber:

  • Center for Science in the Public Interest (CSPI)
  • Alodokter
  • IKEA Indonesia
  • Indonesia Asri
  • Rumtoo Recycling Industry Guide

More From Author

10 Langkah Meningkatkan Keamanan Jaringan Komputer di Perusahaan

Mengapa Bahan Bakar Fosil Masih Menjadi Sumber Energi Utama di Dunia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *