Baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan tindakan terhadap S-26 Promil Gold pHPro 1, susu formula bayi untuk usia 0–6 bulan. Ini bikin banyak orang tua penasaran: kenapa sih produk ini dipantau dan bahkan dihentikan sementara peredarannya? Yuk kita bahas poin-poin pentingnya dengan bahasa yang gampang dipahami.
Apa yang Terjadi dengan S-26 Promil Gold pHPro 1?
BPOM memerintahkan PT Nestlé Indonesia untuk menghentikan sementara distribusi S-26 Promil Gold pHPro 1 dan menghentikan importasi produknya ke Indonesia setelah menerima informasi dari otoritas pengawasan pangan global seperti EURASFF dan INFOSAN. Produk ini termasuk dalam laporan penarikan produk bayi di lebih dari 49 negara karena potensi masalah keamanan pangan.
Namun, menariknya, uji laboratorium BPOM menunjukkan bahwa toksin yang dikhawatirkan tidak terdeteksi dalam sampel yang diperiksa (lebih rendah dari batas kuantifikasi yang dapat diukur). Meskipun begitu, BPOM tetap berhati-hati karena konsumen utamanya adalah bayi yang sangat rentan.
Kenapa S-26 Dipantau BPOM?
BPOM menjelaskan tiga poin utama kenapa tindakan ini diambil:
-
Peringatan Global — Produk yang sama direport oleh otoritas keamanan pangan di berbagai negara yang dimana sebagai berpotensi tercemar oleh toksin yang diproduksi bakteri Bacillus cereus, yaitu cereulide. Cereulide bersifat tahan panas dan sulit hilang saat disiapkan.
-
Perlindungan Konsumen Rentan — Karena konsumen adalah bayi, BPOM menerapkan prinsip kehati-hatian maksimal meskipun hasil uji menunjukkan tidak ada toksin yang terdeteksi.
-
Koordinasi Internasional — BPOM bekerja sama dengan otoritas lain di dunia untuk memastikan produk yang beredar aman, dan melakukan langkah pencegahan sesuai dengan informasi global.
Apa Itu Toksin Cereulide Itu?
Toksin ini diproduksi oleh bakteri Bacillus cereus. Kalau sampai termakan dalam jumlah yang cukup, bisa menyebabkan gejala seperti muntah, diare, dan lemas. Karena toksin ini tahan panas, proses penyeduhan susu tidak bisa menghancurkannya.
Pendapat Ahli: Gizi & Keamanan Bayi
Menurut dr. Mira Kusuma, Sp.A (dokter spesialis anak):
“Langkah pengawasan BPOM penting banget karena formula bayi ditujukan pada usia yang sangat sensitif. Meski hasil uji menunjukkan aman, tindakan pencegahan tetap perlu agar tidak ada risiko yang tidak terduga.”
“Orang tua sebaiknya cek nomor batch produk dan konsultasikan ke dokter anak jika ragu sebelum mengonsumsi,” tambahnya.
Komentar dari Pandangan Lain
Beberapa orang tua di komunitas diskusi global juga berbagi pengalaman bahwa berita penarikan produk memicu kekhawatiran, terutama saat formula yang sama dipakai untuk anak mereka. Meski banyak juga yang bilang penarikan ini lebih bersifat pencegahan daripada karena bukti penyakit, diskusinya menunjukkan bahwa topik ini jadi perhatian besar di komunitas parenting.
Intinya:
- BPOM menghentikan sementara peredaran S-26 Promil Gold pHPro 1 karena potensi risiko kontaminasi yang dilaporkan secara global.
- Uji resmi BPOM tidak menemukan toksin dalam sampel yang diperiksa, tapi pengawasan tetap dilakukan demi keamanan bayi.
- Nestlé Indonesia sendiri menyatakan bahwa produk lain tetap aman, dan tindakan ini dilakukan atas dasar kehati-hatian.
Sumber Resmi Berita
- Tindakan BPOM hentikan distribusi S-26 Promil Gold pHPro 1 setelah peringatan global.
- Hasil uji BPOM menunjukkan toksin cereulide tidak terdeteksi.
- Komentar Nestlé Indonesia soal keamanan produk lainnya.
- Peringatan dari otoritas Saudi tentang potensi risiko toksin dalam produk Nestlé.

