Bogor – Warga Bogor dan sekitarnya beberapa hari ini merasakan udara yang lebih dingin dari biasanya. Fenomena suhu yang turun di bawah rata-rata normal Bogor dalam sepekan terakhir ini ternyata bukan sekadar “perasaan saja”. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan secara resmi apa yang terjadi dan kenapa suhu bisa berada di bawah standar kebiasaan daerah ini.
Fenomena ini jadi perhatian warga yang terbiasa melihat Bogor dengan cuaca sejuk, tapi kini terasa lebih “dingin” dari yang normal diperkirakan. Bahkan beberapa titik di wilayah Kota Bogor dipantau memiliki tren suhu minimum di bawah rata-rata normal untuk bulan Januari.
BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Barat mencatat bahwa sejak awal Januari, suhu minimum rata-rata di Kota Bogor sekitar 20,5°C – 22,7°C yang memang lebih rendah dibandingkan normalnya yang ada di kisaran 22,7°C selama periode 1991–2020. Secara sederhana, suhu udara yang “normalnya” diperkirakan oleh BMKG ternyata lebih tinggi dari angka yang sekarang terjadi.
Penurunan ini makin terasa pada malam hingga dini hari, saat udara jadi lebih renyah dan kabut tipis sering muncul yang makin membuat Bogor terasa “lebih dingin dari ekspektasi kebanyakan orang”.
Menurut BMKG, ada beberapa faktor yang bikin suhu Bogor anjlok di bawah normal yakni intensitas hujan yang masih tinggi
Hujan yang terjadi beberapa hari belakangan membuat suhu minimum udara ikut turun. Curah hujan yang konsisten membawa udara yang lebih lembap dan membantu pendinginan atmosfer secara alami.
Forecaster on Duty BMKG Jawa Barat, Mirnawati Zulaikha, menjelaskan bahwa kondisi suhu ini mencerminkan dinamika cuaca lokal yang cukup signifikan belakangan ini.
“Dalam beberapa hari terakhir suhu minimum berada di bawah rata-rata normal, dengan perbedaan yang cukup nyata terutama saat malam dan dini hari. Ini terlihat dari data pengamatan di Stasiun Klimatologi Jawa Barat.”
Dia menegaskan bahwa fenomena ini bukan salah hitung atau kesalahan prediksi, tetapi benar-benar hasil observasi rutin BMKG yang kemudian dibandingkan dengan data historis.
Apakah Ini Bagian dari Perubahan Iklim?
Meskipun tren penurunan suhu di Bogor ini jadi fenomena lokal yang cukup menarik, BMKG tidak serta‐merta bilang itu perubahan iklim global. Fenomena semacam ini bisa dipengaruhi oleh pola cuaca musiman, hujan yang intens, serta fenomena atmosfer lainnya.
BMKG pun pernah menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir pola cuaca di Indonesia tidak selalu linier; ada masa transisi musim dan perubahan tekanan atmosfer yang membuat suhu tidak selalu “stabil” atau mengikuti ekspektasi normal.
Karena suhu nyatanya turun di bawah normal, banyak warga Bogor melaporkan dingin lebih terasa saat pagi dan malam haru serta kabut tipis yang muncul di beberapa titik kota
Beberapa penduduk bahkan harus menambahkan selimut di malam hari yang biasanya tidak mereka butuhkan selama musim penghujan.
BMKG juga terus memantau tren cuaca ini untuk memberikan informasi seakurat mungkin bagi publik maupun instansi terkait.
Sumber Utama: Radar Bogor, Metro Bogor , BMKG

