Hujan Lebat Berhari-hari, Sejumlah Ruas Jalan di Bogor Rusak dan Berlubang

Bogor – Hujan lebat yang turun nyaris tanpa jeda di wilayah Bogor dalam beberapa hari terakhir bikin kondisi sejumlah ruas jalan makin memprihatinkan. Aspal terkelupas, lubang menganga, sampai genangan air yang menutupi permukaan jalan jadi pemandangan yang sering ditemui. Dampaknya bukan cuma bikin perjalanan melambat, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama buat pengendara motor.

Pantauan di lapangan menunjukkan, titik-titik rawan kerusakan tersebar di beberapa jalur utama dan penghubung antarkecamatan. Salah satu yang cukup disorot ada di Jalan Raya Bogor–Jakarta, tepatnya di sekitar kawasan Cibinong hingga arah Kota Bogor. Lubang-lubang di badan jalan makin melebar setelah diguyur hujan deras berturut-turut, sementara drainase yang kurang optimal bikin air menggenang cukup lama.

Menurut laporan MetroBogor, kondisi jalan berlubang di sekitar RS FMC Cibinong sudah berlangsung berbulan-bulan dan makin parah saat intensitas hujan meningkat. Warga menyebut, lubang yang awalnya kecil kini melebar dan sulit terlihat saat tertutup air, sehingga sering mengecoh pengendara. “Kalau hujan, lubangnya ketutup air. Banyak yang nggak sadar, tiba-tiba nyemplung. Bahaya banget,” ujar Rohmad, warga setempat, Selasa (27/1/2026).

Keluhan soal jalan rusak ini ramai disuarakan di media sosial. Banyak warganet membagikan foto dan video kondisi jalan berlubang yang tergenang, lengkap dengan cerita nyaris terjatuh atau kendaraan rusak. Di kawasan Rumpin, Kabupaten Bogor, kondisi serupa juga dikeluhkan warga. Lubang besar di jalan utama bikin arus lalu lintas tersendat dan rawan kecelakaan.

RRI melaporkan, warga Rumpin meminta perbaikan segera karena lubang jalan dinilai membahayakan, apalagi saat hujan turun. “Kalau malam dan hujan, lubangnya nggak kelihatan. Sudah beberapa kali ada yang jatuh,” kata salah satu warga.

Tak cuma di Rumpin dan Cibinong, kerusakan juga terlihat di Jalan Tegar Beriman, kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Bogor. Sejumlah lubang dan sistem drainase yang kurang baik bikin air menggenang di badan jalan. Kondisi ini dikeluhkan pengendara karena bikin laju kendaraan melambat dan meningkatkan risiko tergelincir.

Pengamat transportasi dan tata kota menilai, hujan lebat memang jadi faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan. Air yang terus mengalir ke celah aspal memperlemah struktur lapisan bawah, apalagi kalau kualitas material dan perawatan jalan kurang maksimal. Drainase yang tersumbat juga memperparah situasi karena air tak bisa cepat mengalir, sehingga menggenang dan merusak permukaan jalan.

“Kalau hujan deras berlangsung lama, jalan yang kualitas aspalnya kurang baik pasti cepat rusak. Ditambah drainase yang nggak optimal, lubang bakal makin besar,” ujar Budi Santoso, pengamat infrastruktur dari salah satu perguruan tinggi di Bogor, saat dimintai komentar.

Ia menambahkan, perbaikan tambal sulam sering kali tak cukup kalau struktur bawah jalan sudah rapuh. “Kalau hanya ditambal tanpa perbaikan lapisan dasar, kerusakan bakal muncul lagi dalam waktu singkat,” katanya.

Kondisi jalan berlubang ini bikin risiko kecelakaan meningkat, terutama buat pengendara roda dua. Lubang yang tertutup genangan air sulit terlihat, apalagi saat malam atau hujan deras. Beberapa pengendara mengaku harus ekstra hati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintas di jalur-jalur tertentu.

Andi, pengemudi ojek online yang setiap hari melintasi jalur Cibinong–Bogor, bilang dirinya sering memilih jalur memutar demi menghindari titik-titik rusak. “Lebih lama dikit nggak apa-apa, yang penting aman. Soalnya kalau kejeblos lubang, risikonya besar,” ujarnya.

Data kepolisian setempat menunjukkan, laporan kecelakaan ringan akibat jalan berlubang cenderung meningkat saat musim hujan. Meski sebagian besar tak berakibat fatal, kerugian materi dan potensi cedera tetap jadi perhatian.

Pemerintah Kota dan Kabupaten Bogor mengakui adanya peningkatan laporan kerusakan jalan selama periode hujan lebat. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyebut, tim sudah diterjunkan untuk memetakan titik-titik prioritas perbaikan.

“Kami fokus pada jalur utama dan lokasi dengan tingkat lalu lintas tinggi. Perbaikan darurat berupa penambalan sementara terus dilakukan sambil menunggu cuaca lebih bersahabat,” kata salah satu pejabat PUPR Kabupaten Bogor.

Namun, warga berharap perbaikan tak cuma bersifat sementara. Mereka ingin ada penanganan menyeluruh, termasuk pembenahan sistem drainase, supaya masalah yang sama nggak terulang setiap musim hujan.

Di tengah cuaca yang masih berpotensi hujan deras, warga Bogor berharap pemerintah bergerak cepat. Perbaikan jalan dinilai penting bukan cuma demi kenyamanan, tapi juga keselamatan pengguna jalan.

“Kalau bisa, jangan nunggu viral dulu baru diperbaiki. Kami cuma pengen jalan yang layak dan aman,” ujar Siti, warga Tanah Sareal.

Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, potensi kerusakan jalan diperkirakan bakal terus bertambah. Kolaborasi antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat dinilai krusial agar infrastruktur jalan di Bogor bisa lebih tangguh menghadapi cuaca ekstrem.

Sumber:
MetroBogor.com, RRI.co.id, GridOto.com

More From Author

Heboh! Lutung Jawa Turun ke Permukiman di Cisaat Sukabumi, Warga Sempat Ketakutan

Cuma di Rumah! Ini Tips & Jadwal Olahraga Ampuh untuk Mengecilkan Perut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *