Infeksi Saluran Kemih (ISK) masih jadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami wanita. Mulai dari remaja, ibu muda, sampai lansia, risikonya tetap tinggi. Banyak yang menganggap ISK cuma gangguan ringan, padahal kalau dibiarkan, efeknya bisa serius, mulai dari nyeri hebat sampai infeksi ginjal.
Dokter spesialis urologi, dr. Rafi Nugraha, Sp.U, menjelaskan bahwa wanita memang punya risiko lebih besar terkena ISK dibanding pria.
“Secara anatomi, saluran kencing wanita lebih pendek. Jadi bakteri dari luar lebih gampang masuk ke kandung kemih,” kata dr. Rafi saat diwawancarai MK Media, Rabu (11/2/2026).
Menurut data dari World Health Organization (WHO), sekitar 50–60% wanita pernah mengalami ISK setidaknya sekali seumur hidup, dan hampir 30% di antaranya mengalami infeksi berulang. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding pria.
Kenapa Wanita Lebih Gampang Kena ISK?
Ada beberapa faktor utama yang bikin wanita lebih rawan terserang ISK:
1. Struktur Tubuh
Saluran kemih wanita hanya sekitar 4 cm, jauh lebih pendek dibanding pria yang bisa mencapai 20 cm. Ini bikin bakteri seperti Escherichia coli lebih cepat naik ke kandung kemih.
2. Kebiasaan Sehari-hari
Kurang minum air putih, jarang buang air kecil, sampai kebiasaan membersihkan area intim dari arah belakang ke depan, bisa meningkatkan risiko ISK.
3. Aktivitas Seksual
Hubungan intim bisa mendorong bakteri masuk ke saluran kemih. Itulah kenapa ISK sering muncul setelah berhubungan.
4. Perubahan Hormon
Saat hamil atau menopause, kadar hormon estrogen menurun, membuat perlindungan alami saluran kemih melemah.
Gejala ISK yang Sering Diabaikan
Banyak wanita menganggap keluhan awal ISK sebagai hal sepele. Padahal, gejala berikut sebaiknya langsung diperiksakan:
-
Sering ingin buang air kecil
-
Nyeri atau perih saat kencing
-
Urine keruh dan berbau tajam
-
Nyeri di perut bawah
-
Demam ringan
Kalau dibiarkan, infeksi bisa menyebar ke ginjal dan memicu komplikasi serius.
Dokter spesialis penyakit dalam, dr. Anita Lestari, Sp.PD, mengingatkan agar wanita tidak menunda pemeriksaan. Menurutnya, banyak pasien datang ke dokter saat infeksi sudah menyebar.
“Masalahnya, gejala awal sering dianggap biasa. Padahal, kalau ditangani cepat, ISK bisa sembuh total tanpa efek lanjutan,” jelas dr. Anita.
Ia juga menekankan pentingnya pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan. “Minum air cukup, jaga kebersihan area intim, dan jangan menahan buang air kecil terlalu lama.”
Cara Efektif Mencegah ISK
Biar nggak bolak-balik kena ISK, berikut langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
-
Minum air putih minimal 8 gelas per hari
-
Jangan menahan buang air kecil
-
Bersihkan area kewanitaan dari depan ke belakang
-
Buang air kecil setelah berhubungan
-
Hindari penggunaan sabun kewanitaan berlebihan
Studi dari Mayo Clinic menyebut, konsumsi air cukup dan kebiasaan buang air kecil teratur bisa menurunkan risiko ISK hingga 40%.
Pola hidup serba cepat, sering duduk lama, jarang minum, dan kebiasaan menahan kencing saat kerja jadi faktor pemicu baru yang sering terjadi. Banyak wanita pekerja kantoran mengeluhkan ISK akibat rutinitas padat.
“Lingkungan kerja juga harus mendukung kebiasaan sehat, termasuk akses toilet yang layak dan waktu istirahat cukup,” tambah dr. Rafi.
Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika:
-
Nyeri kencing berlangsung lebih dari 2 hari
-
Disertai demam tinggi
-
Muncul nyeri pinggang
-
Urine berdarah
Penanganan cepat bukan cuma mempercepat penyembuhan, tapi juga mencegah komplikasi jangka panjang.
Wanita memang lebih rentan kena ISK, tapi risiko itu bisa ditekan lewat kebiasaan hidup sehat. Jangan sepelekan gejala kecil, karena deteksi dini jadi kunci utama supaya infeksi nggak berkembang lebih jauh.
Dengan edukasi yang tepat dan gaya hidup seimbang, ISK bisa dicegah dan dikendalikan secara optimal.
