Kebijakan Gate Baru di Stasiun Bogor Picu Antrean Panjang Penumpang

BOGOR – Kondisi Stasiun Bogor mendadak jadi sorotan netizen setelah penerapan kebijakan skema gate elektronik yang baru memicu tumpukan penumpang. Alih-alih bikin makin sat-set, perubahan alur masuk dan keluar penumpang ini justru bikin antrean mengular sampai ke area hall luar. Kejadian ini langsung viral di media sosial, terutama setelah banyak pejuang commuter yang curhat kena imbas telat ngantor gara-gara tertahan di pintu masuk.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kebijakan ini sebenarnya dimaksudkan untuk mengatur flow penumpang agar lebih tertib. Namun, realitanya di jam sibuk pagi tadi, penataan gate yang baru ini malah menciptakan bottleneck. Banyak penumpang yang biasanya sudah punya rute “jalan pintas” favorit di dalam stasiun harus muter lebih jauh atau tertahan karena jumlah gate yang dibuka tidak sebanding dengan volume penumpang yang datang.

“Biasanya nggak begini, Mas. Tadi pas sampai stasiun kaget banget antreannya sudah sampai dekat Alun-alun. Pas dicek, ternyata alur masuknya dipindah dan gate-nya kayak nggak sanggup nampung saking banyaknya orang,” kata Rian (28), salah satu penumpang rutin relasi Bogor-Jakarta Kota.

Kekesalan penumpang nggak cuma tumpah di lapangan, tapi juga merembet ke jagat maya. Melansir dari laporan Pojok Bogor, banyak pengguna setia KRL yang merasa skema baru ini nggak efektif buat stasiun sebesar Bogor yang setiap bulannya melayani puluhan ribu orang.

“Bukannya lancar, skema gate baru di Stasiun Bogor justru buat penumpang menumpuk,” tulis laporan dari Pojok Bogor.

Di platform X (dulu Twitter), akun base lokal juga ramai dengan foto-foto antrean yang menunjukkan barisan orang yang nyaris nggak bergerak. Salah satu warga net dengan akun @bogor_info berkomentar, “Admin KAI Commuter tolong dong evaluasi lagi. Kasihan yang ngejar absen, gate baru ini malah bikin stuck.”

Sementara itu, dari pihak pengelola menyebut kalau perubahan ini adalah bagian dari penataan jangka panjang. Mengutip info dari Inilah Online, Kota Bogor memang lagi gencar melakukan pembenahan transportasi, termasuk rencana uji coba trem dan integrasi antarmoda yang bakal makin padat ke depannya.

Dampak ke Penumpang

Antrean panjang ini nggak cuma bikin capek fisik, tapi juga mental. Buat warga Bogor yang kerjanya di Jakarta, waktu lima sampai sepuluh menit sangat berharga buat ngejar jadwal kereta. Kalau tertahan di gate selama 15 menit saja, mereka bisa ketinggalan dua rangkaian kereta sekaligus.

Beberapa poin yang dikeluhkan penumpang antara lain Kurangnya Sosialisasi, Jumlah Gate dan Petugas di Lapangan.

Melihat kondisi yang makin riuh, para pengguna jasa transportasi umum berharap pihak KAI Commuter segera melakukan evaluasi harian. Jika memang skema baru ini terus-terusan bikin macet manusia, harus ada opsi buat buka gate darurat atau mengembalikan alur lama sementara waktu sampai sistem benar-benar siap.

Bogor sebagai kota hujan dengan mobilitas tinggi memang butuh sistem yang praktis. Jangan sampai niat buat modernisasi malah bikin warga makin susah buat sekadar berangkat kerja tepat waktu.

Sumber:

Update Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Bogor Jumat 20 Februari 2026: Status Siaga 4, Warga Diminta Waspada

UPT DLH Leuwiliang Bergerak Setelah Terima Laporan Tumpukan Sampah Liar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *