Curug Luhur Dulu Ramai, Kini Sunyi?

BOGOR – Siapa sih yang nggak tau Bogor? Kota Hujan ini emang gudangnya wisata alam yang cakep banget. Salah satu yang paling legendaris jelas Curug Luhur. Berlokasi di kaki Gunung Salak, tepatnya Kecamatan Tenjolaya, destinasi ini dulu jadi primadona utama buat warga Jabodetabek yang pengen nyari hawa sejuk.

Tapi, kalau kalian mampir ke sana akhir-akhir ini, suasananya kerasa beda banget. Pertanyaan “Curug Luhur dulu ramai, kini sunyi?” bukan cuma isapan jempol belaka. Banyak pengunjung yang merasa kalau tempat ini udah nggak se-hits dulu. Kenapa ya kira-kira?

Transformasi Jadi “Waterboom” Alami yang Kontroversial

Dulu, Curug Luhur dikenal karena kemegahan air terjunnya yang punya ketinggian sekitar 60 meter. Airnya jernih, pohonnya rimbun, pokoknya asri banget. Tapi pengelola mutusin buat ngerombak kawasan ini jadi semacam taman bermain air atau waterpark dengan banyak kolam renang buatan di bawah aliran curugnya.

Langkah ini sebenernya diniatin buat narik lebih banyak keluarga. Tapi ternyata, buat para pecinta alam sejati, perubahan ini malah bikin feel alaminya ilang.

“Jujur kaget pas dateng lagi setelah bertahun-tahun. Dulu mah bener-bener kayak hutan, sekarang penuh beton dan kolam renang. Estetikanya jadi ilang buat foto-foto ala back to nature,” curhat Rian, salah satu traveler yang baru aja berkunjung (Sumber: Review Google Maps).

Selain soal perubahan fisik, salah satu alasan kenapa Curug Luhur mulai ditinggalin adalah soal budget. Dibandingin sama curug-curug lain di daerah Sentul atau Pamijahan yang lagi naik daun, harga tiket masuk (HTM) di sini emang tergolong lumayan tinggi.

Belum lagi cerita-cerita soal biaya tambahan yang nggak terduga, kayak parkir yang mahal atau harga makanan di kantin yang “getok” harga. Hal-hal kayak gini nih yang bikin netizen males balik lagi.

Melansir dari diskusi di forum wisata lokal, banyak yang nyaranin pengelola buat lebih transparan soal harga.

“Sebenernya tempatnya bagus, tapi kalau sekali masuk udah kena biaya ini-itu yang nggak jelas, orang kapok. Mending ke curug sebelah yang lebih murah dan masih ‘perawan’ banget lokasinya,” tulis akun WisataLover88 di kolom komentar portal berita lokal.

Bogor itu luas. Sekarang, tren wisata lagi geser ke daerah Sentul atau Lembah Purba. Banyak curug baru yang dibuka dengan konsep yang lebih kekinian, misalnya jalur trekking yang rapi atau spot foto yang emang sengaja dibikin buat konten media sosial.

Curug-curug kayak Curug Leuwi Hejo atau Curug Cikuluwung punya daya tarik dari warna airnya yang biru toska tanpa perlu banyak campur tangan semen. Alhasil, Curug Luhur yang udah penuh bangunan permanen jadi keliatan “tua” dan kurang menarik buat anak muda yang nyari konten feed Instagram atau TikTok.

Apa yang Masih Menarik di Curug Luhur?

Meskipun dibilang sunyi, bukan berarti tempat ini nggak layak dikunjungi. Masih ada beberapa poin plus:

  • Akses Gampang: Nggak perlu trekking jauh-jauh lewat hutan. Turun dari parkiran, lo udah langsung sampe.
  • Fasilitas Lengkap: Ada toilet, ruang ganti, dan mushola yang memadai.
  • Cocok buat Keluarga: Buat lo yang bawa anak kecil, kolam renang di sini jauh lebih aman dibandingin berenang di aliran sungai curug yang licin dan dalem.

Nggak semua orang setuju kalau Curug Luhur itu “mati”. Menurut beberapa warga lokal yang nyari nafkah di sana, pengunjung masih ada, cuma emang nggak sebludak dulu pas libur lebaran atau tahun baru.

“Ya kalau dibilang sepi banget sih nggak juga, tapi emang nggak seramai dulu. Sekarang kan pilihannya banyak, orang jadi mencar. Kita sih harapannya ada perbaikan fasilitas atau promo biar rame lagi,” ujar salah satu pedagang di sekitar area wisata.

Curug Luhur emang lagi di titik jenuh. Buat balik ke masa kejayaannya, sepertinya pengelola perlu dengerin apa mau pengunjung. Entah itu dengan nurunin harga tiket, ngerapiin manajemen parkir, atau mungkin nambahin atraksi yang lebih relevan sama selera anak muda sekarang tanpa ngerusak alamnya lagi.

Buat lo yang pengen ngerasain suasana tenang tanpa keganggu kerumunan massa, momen “sunyi” ini sebenernya bisa jadi waktu yang tepat buat berkunjung. Lo bisa nikmatin suara air terjun dengan lebih khusyuk tanpa harus desak-desakan.

Sumber Informasi:

Mudik Lebaran 2026 Lebih Murah, Pemerintah Pangkas Tarif Tol 30 Persen dan Gratiskan 198 Km Ruas Tol

Menko Muhaimin Iskandar Dukung Gerakan “Ayo Bercerita” untuk Atasi Darurat Kesehatan Mental Remaja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *