Memasuki ibadah haji atau umrah, salah satu langkah krusial adalah mengenakan pakaian ihram. Pakaian ini bukan hanya simbol kesederhanaan, tetapi juga bagian integral dari niat dan batasan ibadah yang harus dipatuhi. Memahami cara memakai baju ihram yang benar sesuai sunnah sangat penting agar ibadah kita berjalan lancar dan diterima.
Memilih Baju Ihram yang Tepat
Baju ihram untuk pria terdiri dari dua helai kain putih yang tidak dijahit. Satu helai untuk bagian bawah (izar) dan satu helai untuk bagian atas (rida’). Pilihlah kain yang berbahan katun atau bahan lain yang menyerap keringat dan nyaman dipakai dalam kondisi cuaca panas. Pastikan juga kain tersebut cukup lebar untuk menutupi aurat dengan sempurna.
Bagi wanita, pakaian ihram lebih longgar dan tidak ditentukan jenis kainnya. Namun, disarankan memilih pakaian yang tidak transparan, tidak ketat, dan menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Warna putih juga dianjurkan, meskipun bukan keharusan.
Persiapan Sebelum Memakai Baju Ihram
Sebelum mengenakan baju ihram, disarankan untuk melakukan beberapa persiapan, antara lain:
-
Mandi Besar (Ghusl): Mandi besar dengan niat untuk ihram sangat dianjurkan.
-
Memotong Kuku dan Merapikan Rambut: Meskipun bukan keharusan, merapikan diri sebelum berihram adalah hal yang baik.
-
Mewangikan Tubuh: Diperbolehkan menggunakan wewangian pada tubuh sebelum berihram, namun tidak pada pakaian ihram itu sendiri.
-
Sholat Sunnah Ihram: Setelah mengenakan baju ihram, disarankan melakukan sholat sunnah dua rakaat.
Cara Memakai Baju Ihram Pria
Langkah 1: Mengenakan Izar (Kain Bawah)
-
Ambil satu helai kain ihram yang akan digunakan sebagai izar.
-
Lingkarkan kain di sekeliling pinggang, pastikan menutupi bagian dari pusar hingga lutut.
-
Silangkan ujung-ujung kain di bagian depan dan kencangkan dengan sabuk atau ikatan yang kuat. Pastikan ikatan tersebut tidak terlalu kencang agar tidak mengganggu pergerakan.
-
Lipat sisa kain di bagian depan untuk memberikan kenyamanan dan estetika.
Langkah 2: Mengenakan Rida’ (Kain Atas)
-
Ambil helai kain ihram kedua yang akan digunakan sebagai rida’.
-
Selempangkan kain di bahu kiri, pastikan bagian bahu kanan tetap terbuka (idhthiba’). Posisi ini disunnahkan saat melakukan thowaf.
-
Tarik ujung kain rida’ ke bagian depan dan kencangkan dengan mengikat atau menjepitnya agar tidak mudah lepas.

Cara Memakai Baju Ihram Wanita
Bagi wanita, tidak ada tata cara khusus dalam mengenakan baju ihram. Pilihlah pakaian yang longgar, tidak transparan, dan menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Anda bisa menggunakan abaya, gamis, atau pakaian longgar lainnya. Pastikan untuk tidak mengenakan cadar atau sarung tangan saat berihram.

Larangan dalam Keadaan Ihram
Setelah mengenakan baju ihram dan berniat untuk ihram, ada beberapa larangan yang harus diperhatikan, antara lain:
-
Mencukur Rambut: Dilarang mencukur atau mencabut rambut di bagian tubuh manapun.
-
Memotong Kuku: Dilarang memotong kuku tangan dan kaki.
-
Menggunakan Wewangian: Dilarang menggunakan wewangian pada tubuh, pakaian, atau rambut.
-
Berburu: Dilarang berburu hewan buruan darat di tanah suci.
-
Menikah: Dilarang melakukan akad nikah atau menjadi wali nikah.
-
Berhubungan Suami Istri: Dilarang melakukan hubungan suami istri.
-
Memakai Pakaian Berjahit (bagi Pria): Bagi pria, dilarang mengenakan pakaian berjahit seperti celana, baju, atau topi.
Tips Memakai Baju Ihram yang Nyaman
-
Latihan: Cobalah memakai baju ihram beberapa kali sebelum keberangkatan untuk membiasakan diri.
-
Gunakan Sabuk yang Nyaman: Pilih sabuk yang lebar dan tidak terlalu ketat agar tidak menyakiti pinggang.
-
Bawa Cadangan Kain: Bawa satu atau dua helai kain ihram cadangan untuk berjaga-jaga jika kain yang dipakai kotor atau rusak.
-
Jaga Kebersihan: Usahakan untuk menjaga kebersihan kain ihram selama pemakaian.
Memahami cara memakai baju ihram yang benar sesuai sunnah sangat penting agar ibadah haji atau umrah kita berjalan lancar dan diterima Allah SWT. Semoga panduan ini bermanfaat bagi Anda yang akan menunaikan ibadah mulia ini.
Sumber:
