3 Alasan Gen Z Disebut Tampak Lebih Tua dari Milenial, Bukan Cuma Soal Usia

Ada fenomena menarik yang belakangan ramai dibicarakan, yaitu anggapan bahwa sebagian Generasi Z atau Gen Z terlihat lebih tua dibandingkan generasi milenial. Padahal, dari sisi usia, milenial jelas lebih dulu lahir dan kini banyak yang sudah memasuki usia 30-an hingga 40-an.

Pembahasan ini diangkat CNBC Indonesia dalam artikel berjudul “Ahli Ungkap 3 Alasan Gen Z Tampak Lebih Tua dari Milenial”. Menurut laporan tersebut, ada tiga hal yang ikut memengaruhi kesan seseorang terlihat lebih tua, yaitu stres, intervensi kosmetik yang dilakukan terlalu dini, serta gaya hidup yang kurang sehat.

1. Stres yang Menumpuk Bisa Terlihat dari Wajah

Stres bukan hanya memengaruhi pikiran. Ketika berlangsung terus-menerus, kondisi ini juga bisa berdampak pada tubuh dan penampilan. Gen Z tumbuh dengan tekanan yang cukup beragam, mulai dari tuntutan pendidikan, pekerjaan, kondisi ekonomi, sampai tekanan untuk selalu mengikuti perkembangan di media sosial.

Paparan informasi yang terus berjalan membuat seseorang sulit benar-benar berhenti. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain juga bisa menambah beban pikiran. Jika tidak dikelola dengan baik, stres berkepanjangan dapat membuat wajah terlihat lebih lelah, kusam, dan kurang segar.

Masalah tidur juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi tersebut. Kurang tidur dapat mengganggu proses pemulihan tubuh dan kesehatan kulit. Sejumlah sumber kesehatan juga mengaitkan pola tidur yang buruk dengan gangguan skin barrier serta munculnya masalah kulit.

2. Perawatan Kosmetik Dilakukan Terlalu Dini

Alasan kedua berkaitan dengan meningkatnya perhatian Gen Z terhadap penampilan. Perawatan kulit memang bisa menjadi bagian dari kebiasaan merawat diri, tetapi tren kecantikan juga membuat sebagian anak muda mulai memikirkan perawatan anti-aging ketika usia mereka masih sangat muda.

Data industri kecantikan yang dikutip sejumlah media menunjukkan Gen Z semakin tertarik dengan produk perawatan yang berkaitan dengan pencegahan tanda penuaan. Bahkan, perhatian terhadap skincare anti-aging mulai muncul di usia 20-an.

Perawatan yang dilakukan secara tepat tentu berbeda dengan mengejar penampilan tertentu secara berlebihan. Tekanan untuk memiliki wajah yang selalu sempurna dapat membuat seseorang terlalu fokus pada perubahan fisik. Padahal, garis halus dan perubahan wajah merupakan bagian alami dari perjalanan usia.

3. Gaya Hidup Kurang Sehat

Faktor berikutnya adalah gaya hidup. Kebiasaan begadang, kurang bergerak, pola makan yang kurang teratur, terlalu lama menatap layar, hingga minim waktu istirahat dapat ikut memengaruhi kondisi tubuh dan kulit.

Tidur punya peran penting dalam proses pemulihan tubuh. Saat waktu tidur terus berkurang, kulit bisa terlihat lebih kusam dan lelah. Paparan sinar matahari, polusi, stres, serta kebiasaan sehari-hari yang kurang seimbang juga dapat mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit.

Namun, anggapan bahwa Gen Z secara umum benar-benar mengalami penuaan lebih cepat tentu tidak bisa disimpulkan hanya dari tampilan. Faktor genetik, lingkungan, kebiasaan pribadi, kondisi kesehatan, dan perawatan kulit setiap orang berbeda.

Pada akhirnya, terlihat awet muda bukan sekadar soal menggunakan skincare mahal. Tidur cukup, makan lebih seimbang, rutin bergerak, melindungi kulit dari sinar UV, dan memberi waktu untuk beristirahat tetap menjadi bagian penting dalam menjaga tubuh.

Fenomena ini bisa menjadi pengingat bahwa merawat diri tidak harus selalu mengejar kesempurnaan. Menjaga pola hidup yang sehat justru menjadi investasi sederhana yang manfaatnya bisa terasa dalam jangka panjang.

Sumber: CNBC Indonesia, “Ahli Ungkap 3 Alasan Gen Z Tampak Lebih Tua dari Milenial”, 18 Agustus 2026. Baca sumber asli di CNBC Indonesia

More From Author

20 Rumus Excel yang Sering Dipakai di Dunia Kerja, Lengkap dengan Cara Menggunakannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *