Dramaga, Jalur Favorit yang Kini Jadi Titik Macet Terparah di Bogor Raya

Bogor Raya – Jalur Dramaga yang dulu dikenal sebagai akses favorit warga dari pusat Kota Bogor menuju wilayah barat, kini berubah jadi salah satu titik macet terparah. Hampir setiap hari, antrean kendaraan mengular panjang, terutama di sekitar Kampus IPB Dramaga, persimpangan Jalan Lingkar Dramaga (JLD), hingga arah Ciampea.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kepadatan lalu lintas di kawasan ini terjadi sejak pagi, mereda sebentar di siang hari, lalu kembali memuncak menjelang sore hingga malam. Kondisi ini bikin pengguna jalan harus ekstra sabar, apalagi di jam sibuk berangkat dan pulang kerja.

Banyak faktor yang bikin Dramaga makin rawan macet. Salah satunya adalah lonjakan volume kendaraan yang tak sebanding dengan kapasitas jalan. Jalan Raya Dramaga punya beberapa persimpangan penting, seperti simpang JLD–Duta Berlian dan simpang Babakan di depan Kampus IPB, yang jaraknya saling berdekatan. Hal ini membuat arus kendaraan sering melambat dan saling mengunci.

Anggota Polsek Dramaga, Bripka Joko, bilang kemacetan di jalur ini nyaris terjadi sepanjang hari. “Jalan Raya Dramaga itu jalur penghubung penting. Kalau jalur dari Bubulak dan Laladon macet, dampaknya langsung terasa sampai Dramaga. Begitu juga kalau arah Ciampea padat, efeknya balik lagi ke sini,” ujarnya .

Selain itu, aktivitas mahasiswa, kendaraan umum yang ngetem, hingga kendaraan logistik yang melintas turut memperparah situasi. Tak jarang, satu titik tersendat bisa memicu kemacetan panjang sampai beberapa kilometer.

Salah satu titik paling krusial ada di sekitar Kampus IPB Dramaga. Setiap pagi dan sore, ribuan mahasiswa, dosen, dan karyawan keluar masuk kawasan kampus. Di saat bersamaan, arus kendaraan umum dan pribadi juga padat, membuat persimpangan ini jadi simpul kemacetan.

Menurut data dari Metro Bogor, jarak antar persimpangan yang kurang dari satu kilometer bikin kendaraan sulit mendapatkan ruang untuk kembali lancar. Meski petugas rutin melakukan pengaturan lalu lintas, kepadatan tetap tak terhindarkan saat volume kendaraan membludak .

Harapan warga sebenarnya ada pada proyek Jalan Lingkar Dramaga (JLD) tahap 2 yang digadang-gadang bisa mengurai kemacetan. Sayangnya, proyek ini belum juga terealisasi karena terkendala pembebasan lahan dan anggaran.

Kepala Desa Dramaga, Yayat Supriatna, mengaku belum mendapat kepastian kelanjutan proyek tersebut. Menurutnya, jika JLD tahap 2 bisa dibangun, arus kendaraan dari dan menuju IPB serta Ciampea bakal jauh lebih lancar. “Kalau JLD tahap 2 terwujud, saya yakin kemacetan di Jalan Dramaga bisa berkurang signifikan,” katanya .

Rencana jalur alternatif ini disebut bakal melintasi dua RW dengan panjang sekitar satu kilometer. Sayangnya, hingga kini, proses pembebasan lahan belum tuntas sehingga pembangunan masih tertahan.

Kemacetan Dramaga bukan cuma bikin lelah, tapi juga menyita waktu produktif warga. Rina (29), karyawan swasta yang tiap hari melintasi jalur ini, mengaku harus berangkat lebih pagi agar tak telat kerja.

“Kalau jam tujuh lewat dikit, udah pasti macet parah. Jarak yang normalnya 20 menit bisa molor sampai satu jam. Capek banget, apalagi kalau lagi hujan,” keluhnya.

Hal senada disampaikan Dedi (41), sopir angkot trayek Dramaga–Bubulak. Menurutnya, kemacetan bikin ritase angkot berkurang drastis. “Biasanya bisa bolak-balik lebih banyak, sekarang paling cuma setengahnya. Penumpang juga jadi malas naik angkot karena kelamaan di jalan,” ujarnya.

Untuk menekan dampak kemacetan, aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan rutin melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik rawan. Salah satunya dengan menutup sementara arus dari arah tertentu saat kepadatan sudah terlalu tinggi.

“Kalau di simpang JLD macet total, kendaraan dari arah Ciampea kami tahan dulu supaya nggak makin parah,” jelas Bripka Joko .

Selain itu, petugas juga menertibkan kendaraan yang parkir sembarangan dan angkot yang ngetem terlalu lama di bahu jalan. Meski begitu, upaya ini masih bersifat sementara dan belum bisa jadi solusi jangka panjang.

Pengamat transportasi dari salah satu komunitas transportasi Bogor, Andi Pratama, menilai kemacetan Dramaga perlu ditangani secara komprehensif. Menurutnya, tak cukup hanya mengandalkan pengaturan lalu lintas.

“Harus ada pelebaran jalan di titik-titik krusial, percepatan pembangunan JLD tahap 2, dan penataan transportasi umum. Kalau nggak, Dramaga bakal terus jadi langganan macet,” ujarnya.

Ia juga mendorong optimalisasi jalur alternatif serta pengaturan jam operasional kendaraan berat agar tak melintas di jam sibuk.

Warga berharap pemerintah daerah bisa lebih serius mengatasi persoalan ini. Selain pembangunan infrastruktur, edukasi tertib lalu lintas dan penegakan aturan juga dinilai penting.

“Kalau semua tertib dan jalur alternatif beneran dibangun, saya yakin Dramaga bisa lebih manusiawi buat dilewati,” kata Rina penuh harap.

Dengan posisi strategis sebagai penghubung utama Bogor Barat, Dramaga memang punya peran vital. Tanpa penanganan serius, kemacetan di jalur ini bukan cuma jadi keluhan harian, tapi juga ancaman bagi produktivitas dan kenyamanan warga Bogor Raya.

Sumber & Referensi:

More From Author

Liburan Asik dan Edukatif, Situ Plaza Cibinong Jadi Magnet Baru Warga Bogor

AI Makin Populer, Tapi Kenapa Tidak Semua Orang Bisa Memanfaatkannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *