Sering banget kita main ambil aja botol air minum di minimarket tanpa bener-bener liat labelnya. Padahal, kalau jeli dikit, ada tulisan yang beda di kemasannya: ada yang “Air Mineral” dan ada yang “Air Demineral”. Sekilas emang kelihatan sama-sama bening dan seger, tapi ternyata isinya beda jauh, lho!
Banyak yang ngira semua air putih itu sama aja, yang penting basahin tenggorokan. Tapi, buat kamu yang mulai peduli sama gaya hidup sehat, tahu perbedaan keduanya itu krusial banget. Yuk, kita kupas tuntas bedanya biar kamu nggak cuma sekadar minum, tapi juga paham apa yang masuk ke tubuh.
Apa Sih Bedanya?
Secara gampang, air mineral itu air yang masih bawa “oleh-oleh” dari alam. Air ini biasanya diambil dari sumber mata air pegunungan yang emang udah punya kandungan mineral alami kayak kalsium, magnesium, natrium, dan kalium. Mineral-mineral ini penting banget buat bantu metabolisme, jaga kesehatan tulang, sampe ngatur detak jantung kita.
Nah, kalau air demineral atau sering disebut air murni (pure water), itu air yang udah lewat proses “pembersihan” super ketat. Pake teknologi kayak Reverse Osmosis (RO), distilasi, atau deionisasi, mineral-mineral yang ada di air itu dibuang sampai bersih banget. Hasilnya? Air murni H2O tanpa campuran mineral atau zat lain.
Kandungan TDS: Penentu Kemurnian
Salah satu cara paling akurat buat bedain keduanya adalah lewat angka TDS (Total Dissolved Solids) atau jumlah zat padat yang terlarut di dalem air.
-
Air Mineral: Biasanya punya angka TDS yang lebih tinggi (antara 50 sampai 300 ppm) karena kandungan mineralnya yang melimpah.
-
Air Demineral: Punya angka TDS yang sangat rendah, bahkan bisa mendekati nol (di bawah 10 ppm), karena emang tujuannya buat ngilangin semua zat terlarut.
Mana yang Lebih Bagus Buat Tubuh?
Ini dia pertanyaan sejuta umat. Jawabannya: tergantung kebutuhan kamu!
Melansir dari laman Halodoc, air mineral itu oke banget buat dikonsumsi sehari-hari karena bantu nyukupin asupan mikronutrien tubuh. Mineral yang ada di air ini biasanya lebih gampang diserap tubuh dibandingin dari suplemen tambahan. Jadi, kalau kamu orangnya aktif, air mineral bisa jadi temen yang pas buat jaga keseimbangan elektrolit.
Di sisi lain, air demineral punya fansnya sendiri. Karena nggak ada mineralnya, air ini kerasa lebih “ringan” dan hambar. Buat orang yang punya masalah ginjal tertentu dan harus ngebatesin asupan mineral, air demineral sering jadi rekomendasi biar kerja ginjal nggak makin berat. Selain itu, air demineral juga sering dipake buat kebutuhan medis kayak bersihin luka atau buat alat bantu napas (nebulizer).
“Air mineral baik dikonsumsi sehari-hari karena memberikan asupan mineral alami bagi tubuh. Sedangkan air demineral tidak dianjurkan untuk diminum secara terus-menerus (sebagai satu-satunya sumber), karena tidak mengandung mineral esensial yang dibutuhkan tubuh,” ujar Ari, seorang ahli kesehatan masyarakat yang dikutip dari RRI.co.id.
Nggak cuma soal kandungan, soal rasa pun beda. Menurut dr. Resthie Rachmanta Putri dari KlikDokter, yang paling utama itu sebenernya adalah memenuhi kuota cairan harian, mau itu dari air mineral atau demineral. Tapi, tetep harus diingat kalau kita pilih air demineral, pastikan asupan mineral kita dari makanan (sayur dan buah) itu cukup banget.
Banyak orang yang ngerasa air mineral itu lebih “manis” atau ada sensasi segernya, sementara air demineral itu bener-bener flat alias tawar banget. Ini wajar kok, karena mineral emang ngasih karakteristik rasa tersendiri di air.
Jadi, air mineral dan air demineral itu emang beda dari sisi proses, kandungan, sampe kegunaannya. Air mineral cocok buat kamu yang pengen dapet manfaat tambahan dari alam, sedangkan air demineral cocok buat yang butuh kemurnian tinggi atau punya kondisi medis khusus.
Mulai sekarang, coba deh liat lagi botol yang kamu pegang. Cek tulisannya, perhatiin labelnya. Jangan sampai ketuker cuma karena bentuk botolnya mirip.
Sumber:
